Islamic Centre 77 Miliar Bikin Bupati Purbalingga Kena OTT KPK

Bupati Purbalingga, Taspin, ditangkap dalam OTT KPK
Bupati Purbalingga, Taspin, ditangkap dalam OTT KPK

POJOKSATU.id, JAKARTA – OTT KPK kembali digelar. Kali ini, lembaga antirasuah itu menangkap Bupati Purbalingga, Taspin, diduga terkait proyek pembangunan Islamic Centre.

Bupati Purbalingga sendiri adalah kader PDI Perjuangan dan juga diketahui menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga.

Taspin ditangkap diduga menerima suap terkait proyek pembangunan di daerah setempat.

Ada enam orang yang ditangkap dalam operasi senyap itu. Empat orang ditangkap di Purbalingga dan dua lainnya ditangkap di Jakarta.


Bupati Purbalingga Kena OTT KPK, Hasto: Pecat, Gak Ada Advokasi!

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, OTT tersebut dilakuan terkait dugaan keterlibatan korupsi proyek di wilayah Purbalingga.

Mereka diduga telah membagi-bagi fee atas proyek tersebut.

“Kami duga sejauh ini sudah terjadi transaksi dan itu terkait proyek yang ada di Purbalingga,” ujar Febri di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam (4/6/2018).

Kendati demikian, mantan aktivis ICW itu enggan membeberkan pasti proyek dan besaran nilai korupsinya.

OTT Bupati Purbalingga, Ditangkap Jelang Buka Puasa

Akan tetapi, ia baru bisa memastika bahwa hal itu terkait proyek pembangunan di Purbalingga.

“Lebih rincinya, saya belum sampaikan proyek pembangunan apa, tahun anggaran berapa. Tapi indikasinya penerimaan uang itu bagian dari komitmen fee,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, OTT tersebut diduga terkait penerimaan ‘uang pelicin’ senilai ratusan juta.

Tidak lain dari proyek multiyears pembangunan Islamic Centre senilai 77 miliar.

OTT Bupati Purbalingga, KPK Tangkap 4 Orang di Purbalingga, 2 Orang di Jakarta

“Terkait pembangunan Islamic Centre,” sebut sang sumber.

Selain diduga menerima fee dari proyek Islamic Centre, Taspin juga diduga menerima sejumlah imbalan lain dari beberapa proyek lain yang dikendalikannya.

“Sebelumnya sudah terima banyak (fee),” papar sumber lainnya.