Buton Lebih Amburadul Kalau Dipimpin Ali Mazi Lagi

tambang-batu-bara
ilustrasi tambang batu bara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi memprediksi Sulawesi Tenggara bakal lebih amburadul jika kembali dipimpin Ali Mazi.

Demikian diungkap pengamat anggaran politik itu dalam diskusi publik ‘Jerat Hukum dalam Pusaran Pilkada’ yang diinisiasi Center For Indonesian Election (CIE) di Omah Kopi Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/6/2018).

“Gimana mau jadi gubernur lagi (Ali Mazi), malah makin amburadul lagi besok,” kata Uchok.

Menurut Uchok, Ali Mazi yang saat tercatat sebagai calon gubernur Sultra 2018 sekaligus Gubernur Sultra periode 2003-2008 itu pernah dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum Buton Raya.


LBH Buton Desak KPK Periksa Ali Mazi, Ada Kaitan dengan Zulkifli Hasan

Kasusnya adalah soal dugaan tindak pidana korupsi Kehutanan dan Pertambangan PT Bumi Inti Sulawesi (BIS) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Namun hingga kini, proses hukum atas kasus yang menyeret Ali Mazi atas penerbita izin tambang tersebut masih gelap.

“Dengan konsekuensi hukum asas equality before the law, semua sama dimuka hukum, tak ada bedanya. Maka penegak hukum, dalam hal ini KPK dan Kejaksaan Tinggi, wajib mengusut tuntas temuan tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, CBA pernah merilis kasus hilangnya aset daerah akibat buruknya pengelolaan yang dilakukan Pemprov Sultra era kepemimpinan Ali Mazi yang pernah menjadi terdakwa karena tersangkut kasus korupsi Hak Guna Bangun (HGB) Hotel Hilton, Jakarta.

Pada 2006, ia dinonaktifkan sebagai gubernur oleh Menteri Dalam Negeri.

Hilangnya aset di Sultra ini angkanya sangat fantastis hampir satu triliun rupiah.

Berdasarkan data biro perlengkapan pada Sekretariat Daerah Provinsi Sultra diumumkan bahwa neraca pada tahun 2007 keseluruhan aset sebesar Rp1.4 triliun.