Penumpang Wanita Ngaku Teman Teroris, Begini Reaksi PT KAI

Cewek jilbab ngaku teman teroris marah-marah di Keteta Api
Cewek jilbab ngaku teman teroris marah-marah di Keteta Api

POJOKSATU.id, CIREBON – Seorang penumpang Kereta Api (KA) berinisial DMR terpaksa diturunkan petugas di Stasiun Cirebon pada Jumat (25/3) pukul 02.32 WIB. Pasalnya, wanita muda itu tidak membeli tiket dan mengaku teman teroris. Selain itu, dia juga menantang Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).


Dalam video yang beredar di media sosial, wanita berhijab dengan pakaian serba hitam itu mengancam serta menantang Polsuska di dalam kereta api.

Kepala Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon Krisbiyantoro mengatakan, penumpang KA Jayakarta Premium dari arah Solo itu diturunkan karena dianggap sudah mengganggu kenyamanan dan keamanan penumpang lain.

Pihak petugas pun mengawasi gerak-gerik DMR hingga keluar dari areal parkir Stasiun Cirebon. Sekitar pukul 03.10 WIB, penumpang tersebut dijemput seseorang dengan motor. Petugas tidak mengetahui apakah pengemudi motor tersebut apakah rekannya atau tukang ojek.


“Petugas Polsuska hanya menurunkan penumpang bersangkutan saja. Karena memberikan ketidaknyamanan kepada penumpang lain. Petugas KA tidak melakukan pemeriksaan lebih dalam, karena statusnya resmi sebagai penumpang,” ungkapnya, Minggu (27/5).

BACA: Netter Ungkap Identitas Wanita Ngaku Teman Terois yang Mengamuk di Kereta Api

Sebelum diturunkan, DMR yang mengenakan cadar dan pakaian serba hitam itu diperiksa oleh petugas KA. Hasilnya, ditemukan dompet, dua buku kecil dan HP.

Keesokan harinya, Sabtu (26/5) sekitar pukul 10.00 WIB, DMR kembali berada di Stasiun Cirebon, tepatnya di salah satu kafe. Selang satu jam kemudian, Kris mengatakan, DMR membeli tiket KA Fajar Jogja jurusan Jakarta.

Pihak petugas tidak melarang DMR masuk KA mengingat prosedur menjadi penumpang resmi ditempuh. Kris mengatakan, petugas KA tidak berkoordinasi dengan kepolisian karena kapasitas Polsuska dalam hal ini penumpang hanya mengganggu kenyamanan di dalam kereta, layaknya merokok atau berbicara dengan keras.

“Ulah yang dilakukan penumpang itu menantang dengan nada keras kepada Polsuska seperti dalam video tersebut. Sehingga cukup diturunkan petugas di lokasi,” pungkasnya.

(wiw/jpc/pojoksatu)