Katanya Cuma Iseng, Terduga Teroris Ini Tetap Dijerat UU Terorisme, Darurat dan ITE

Terduga teroris AS (tengah) saat hendak ditahan di Rutan Polres Bulungan. Foto Polres Bulungan
Terduga teroris AS (tengah) saat hendak ditahan di Rutan Polres Bulungan. Foto Polres Bulungan

POJOKSATU.id, KALIMANTAN – Terduga teroris AS (22) yang beberapa waktu lalu diamankan Densus 88 Antiteror, kini sudah ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara). Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan tiga pasal sekaligus.

Dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltara AKBP Pratomo Iriananto, pihaknya menerima pelimpahan tersebut pada Sabtu (19/5) lalu.

“Jadi saat ini benar bahwa AS sudah dilimpahkan ke Polda Kaltara,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (21/5).

Lanjut dikatakan pria yang pernah menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda Sumatera Barat (Sumbar) ini, pelimpahan tersebut dilakukan mengingat locus delicti di wilayah hukum Polda Kaltara.


“Dengan demikian, saat ini kami masih lakukan penyidikan dan pendalaman terhadap yang bersangkutan,” ujarnya.

Saat ini, perkembangan yang ada, pihaknya masih melengkapi proses penyidikan. Seperti melengkapi saksi-saksi untuk bisa menjerat AS dengan tiga pasal sekaligus.

“Yaitu Undang-Undang Terorisme, ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” ucapnya.

Saksi-saksi sebelumnya sudah diperiksa. Namun, masih menunggu saksi lain. Termasuk nanti saksi ahli akan dimintai keterangan oleh pihaknya.

“Sejauh ini sudah ada beberapa orang saksi yang kami panggil, dari pihak keluarga AS dan tetangga di wilayah AS tinggal. Nanti akan kami tambah juga dari saksi yang mengetahui ketika video itu disebarkan,” sambungnya.

Disinggung mengenai apakah ada indikasi paham radikalisme terhadap AS atau bahkan memiliki jaringan, sejauh ini pihaknya masih berusaha mendalami masalah tersebut.

“Namun yang jelas yang saat ini bisa kami pastikan pasal yang disangka adalah tentang Undang-Undang ITE dan darurat itu. Mengenai jaringannya masih kami dalami,” timpalnya.

Disinggung mengenai apakah ada pelaku-pelaku yang lain, Pratomo menjelaskan oleh karena itu dilakukan pendalaman terlebih dahulu. Sehingga kemudian dapat dideteksi berdasarkan hasil pemeriksaan yang ada.

“Tapi kami berharap tidak ada pelaku yang lain, kami berkoordinasi dengan Ditreskrimsus juga supaya terungkap jaringan-jaringannya, jika memang ada,” sebutnya.

BACA: Terduga Teroris Mau Serang Tarakan, Pelaku Keburu Ditangkap

Terkait tujuan pelaku membuat video tersebut, Pratomo mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku yang jelas pasti memiliki tujuan.

“Tentu ada tujuan melakukan teror, entah dia punya jaringan atau tidak ada tujuan mengarah ke sana,” sebutnya.

Diketahui, AS merupakan warga RT 54 Karang Anyar, Tarakan Barat dengan latar belakang sebagai santri di salah satu ponpes yang ada di luar Kaltara. Kesehariannya kini merupakan seorang pengangguran.

“Ia belum memiliki pekerjaan, dan memang dia pernah menjadi santri di salah satu ponpes di luar Kaltara,” urainya.

Sebelumnya, Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midyawan mengatakan, AS sempat diamankan di Mako Polres Tarakan. Selama berada di Mako Polres Tarakan, AS mengaku motif dirinya membuat video ancaman teror di Tarakan hanya iseng.

“Waktu dimintai keterangan di Polres, AS mengatakan kalau dirinya iseng membuat video ancaman teroris,” ujar Yudhistira, Jumat (18/5/2018)

Meski mengaku iseng, lanjut Yudhistira, terduga teroris AS tetap dibawa Densus 88 untuk dimintai keterangan sekaligus pengembangan jaringan teroris di Indonesia dan Kaltara.

(sny/eza/lim/prokal/pojoksatu)