Mitos Bupati Tegal Dua Periode, Kuburan atau Penjara

Ki Enthus Susmono
Ki Enthus Susmono

POJOKSATU.id, TEGAL – Kematian Bupati Tegal Ki Enthus Susmono dikaitkan dengan hal mistis. Ki Enthus meninggal mendadak usai bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Tegal.


Ki Enthus menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr Soeselo, Slawi Tegal pada Senin malam, 14 Mei 2018, sekitar pukul 19.15 WIB.

Kepergian Ki Enthus pun dikaitkan dengan jabatan “keramat” Bupati Tegal dua periode. Kabarnya, jika ada bupati Tegal yang menjabat dua periode, maka nasibnya akan sial. Jika tidak meninggal, masuk penjara.


Sejak tahun 2000, tak satu pun Bupati Tegal yang menjabat dua periode sampai masa jabatannya berakhir. Satu-satunya Bupati Tegal yang sempat menjabat dua periode yakni Agus Riyanto. Namun, sebelum masa jabatannya berakhir, Agus Riyanto tersandung kasus korupsi.

Agus Riyanto terpilih menjadi pupati periode 2004-2009. Ia kembali mencalonkan diri dan terpilih menjadi pupati periode 2009-2014. Namun, sebelum masa jabatannya berakhir, Agus Riyanto ditangkap dan ditahan pada tahun 2011.

Agus Riyanto ditahan Kejati Jateng karena terlibat kasus korupsi proyek Jalan Lingkar Kota Slawi (Jalingkos). Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 3,9 miliar. Agus Riyanto divonis 5,6 tahun penjara.

Jabatan Bupati Tegal yang ditinggalkan Agus Riyanto diisi oleh HM Herry Soelistyawan yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Tegal.

Herry Soelistyawan digadang-gadang menjadi calon Bupati Tegal untuk periode kedua 2014-2019. Saat itu, Herry merupakan salah satu kandidat terkuat. Namun, sebelum pemilihan, Herry meninggal mendadak.

Herry meninggal setelah mengikuti rangkaian kegiatan perayaan HUT Kabupaten Tegal ke- 412. Herry mengalami gangguan di jantungnya dan meninggal di RS Dokter Soesilo, Slawi, Jateng pada Sabtu, 18 Mei 2013 sekitar pukul 14.22 WIB.

Tepat lima tahun setelah Herry meninggal, Bupati Tegal periode 2014-2019 Ki Enthus Susmono pun menyusul.

Herry dan Enthus Susmono sama-sama meninggal pada bulan Mei. Herry meninggal tanggal 18 Mei, sedangkan Enthus menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 14 Mei.

Kisah Herry dan Enthus memiliki kemiripan. Keduanya meninggal saat mencalonkan diri sebagai Bupati Tegal untuk periode kedua. Herry dan Enthus sama-sama meninggal mendadak. Padahal, baik Herry maupun Enthus yang statusnya sebagai pertahana, memiliki peluang besar untuk kembali terpilih di periode kedua.

BACA: Viral, Ini Video Pjs Bupati Tegal Kesurupan Saat Ziarah ke Makam Ki Gede Sebayu, Muncul Pesan Leluhur

Sebelum meninggal, Ki Enthus sempat bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong. Di tengah perjalanan, Ki Enthus mengeluh, merasakan nyeri dada dan mual hingga tidak sadarkan diri.

Ki Enthus segera dilarikan ke Puskesmas Jatinegara. Selanjutnya, Ki Enthus dirujuk ke RSUD dr Soeselo, Slawi. Namun nyawanya tak tertolong.

“Bapak Enthus pun kemudian dinyatakan oleh tim dokter telah meninggal dunia pada pukul 19.15 WIB, dengan penyebab kematian serangan jantung,” ucap Pjs Bupati Tegal, Sinoeng N Rachmadi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Soesilo, Iman Darjito SpPD mengatakan, selain gagal jantung, almarhum mengidap penyakit lain yang menyebabkan almarhum Enthus menghembuskan nafas terakhirnya.

“Dia juga perokok aktif. Saat dirujuk ke RSUD Soesilo dari Puskesmas Jatinegara, beliau (Enthus) sudah dinyatakan wafat,” ucap Iman Darjito.

(one/pojoksatu)