Pelaku Bom Surabaya Dita Oepriarto DO-an Unair, IPK cuma 1,47

Teror bom di Surabaya.
Teror bom di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa Unair siap membabat habis bibit radikalisme yang berkembang di Unair.

Untuk itu, pihaknya juga tak akan segan-segan memberikan tindakan tegas kepada civitas akademik Unair jika terbukti terlibat aksi radikalisme.

Ancaman itu, sambungnya, tak hanya berlaku untuk mahasiswa, tapi juga mulai dari level bawah sampai level tertinggi.

Teror Bom Surabaya, Abu Tholut: Istri-Anak kok Jadi Tumbal


“Akan kita berhentikan kalau masih menyebarkan paham radikal. Aturan untuk itu dari Pemerintah kan juga sudah ada,” pungkas Nasih.

Suasana saat polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku bom Surabaya, Minggu (13/5/2018)
Suasana saat polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku bom Surabaya, Minggu (13/5/2018)

Diketahui, jumlah pelaku dalam aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya itu berjumlah lima orang dan masih memiliki hubungan keluarga.

Mereka adalah Tri Murtiono (50) selaku kepala keluarga; Tri Ernawati (43) istri Murtiono; Ais (8) putri Murtiono.

Bekas Teroris Pun Anggap Pelaku Tidak Waras

Ketiganya mengendasari sepeda motor Honda Supra nopol L 3559 D yang berada paling depan saat hendak masuk ke dalam Mapolrestabes Surabaya.

Sedangkan motor kedua yang ada di belakang yakni Honda Beat nopol L 6629 NN dikendari oleh M. Daffa Amin Murdana (18) dan M. Dary Satria (14).

Keduanya diketahui juga anak laki-laki dari pasangan Tri Murtiono dan Tri Ernawati.

Ini Nama dan Identitas Pelaku Bom Mapolrestabes Surabaya, Masih Sekeluarga!

Tri Murtiono sendiri terindikasi punya keterkaitan dengan keluarga Dita Oepriarto dan Puji Kuswati dan juga merupakan anggota jaringan JAD-JAC cabang Surabaya.

Polrestabes Surabaya dibom hari ini
Polrestabes Surabaya dibom pagi ini. Begini kondisinya

Dita Oepriarto dan istrinya Puji Kuswati adalah pelaku bom bunuh diri di tiga gereja pada Minggu (13/5/2018).

Keduanya mengajak empat anaknya, Fadil (18), Firman Halim (16), Fadilah Sari (12) dan Pamela Rizkita (9) dalam bom bunuh diri itu.

Serangan Bom Mapolrestabes Surabaya Sebenarya Sudah Diketahui, kok Tetap Terjadi?

Untuk Fadil dan Firman Halim, melakukan bom bunuh diri di Gereja Jalan Ngagel Madya itu meledak pada pukul 06.30 WIB dan menjadi aksi pertama.

Sedangkan Puji Kuswati bersama dua putrinya, melakukan bom bunuh diri di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB.