Pelaku Bom Surabaya Dita Oepriarto DO-an Unair, IPK cuma 1,47

Teror bom di Surabaya.
Teror bom di Surabaya.

POJOKSATU.id, SURABAYA – Salah satu pelaku bom Surabaya yang menyasar tiga gereja pada Minggu (13/5/2018) pagi adalah Dita Oepriarto.

Disebut-sebut, ia adalah alumnus Universitas Airlangga (Unair) angkatan 1991.

Pihak Unair sendiri mengakui bahwa Dita Oepriarto memang pernah berstatus mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

Terungkap, Disini Tempat Pelaku Bom Surabaya Belajar Bikin Bom


Akan tetapi, Unair juga menegaskan pelaku bom bunuh diri itu bukan alumnus Unair sebagaimana tersebar di media sosial.

Keluarga pelaku bom Surabaya
Keluarga pelaku bom Surabaya

Demikian ditegaskan Rektor Universitas Airlangga Prof Nasih dalam keterangannya.

“Dita bukan bagian dari keluarga IKA Unair,” tegas Nasih, Selasa (15/5/2018).

Sebelum Kejadian, Tetangga Pergoki Pelaku Bom Mapolrestabes Surabaya Bawa Tas Besar

Nasih mengakui, Dita memang pernah menempuh kuliah di Unair sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dengan NIM 049114141P.

“Yang bersangkutan pernah terdaftar sebagai mahasiswa Diploma 3 Program Studi Manajemen Pemasaran, bukan D3 Akuntansi,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Nasih, Dita tak mampu menyelesaikan masa studinya.

Usai Bom Surabaya, Abu Tholut Sebut Kemungkinan Ada Serangan Bom Lagi

“Ia tidak lulus alias DO. Dita hanya menempuh 47 sks dengan IPK 1,47,” beber dia.

Terkait kabar yang menyebut Dita pernah aktif di organisai kemahasiswaan, pihaknya juga membantahnya.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, Dita sama sekali tidak pernah aktif di kegiatan organisasi mahasiswa apapun.

Bom Surabaya, Abu Tholut: Menakut-nakuti, Targetkan Semua Orang yang Bukan Anggotanya

“Baik di Senat Mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), termasuk Kelompok Kajian di Masjid Kampus,” sambung dia.

Ia melanjutkan, tudingan publik yang mengaitkan aksi keji tak berperi kemanusiaan tersebut dengan Unair sama sekali tak relevan.

“Sangat tidak relevan jika publik mengkaitkan perilaku teror bom Surabaya dengan institusi Universitas Airlangga,” kata dia.