Bom Surabaya, Abu Tholut: Menakut-nakuti, Targetkan Semua Orang yang Bukan Anggotanya

Teror bom di Surabaya.
Teror bom di Surabaya.

POJOKSATU.id, KUDUS – Rentetan serangan bom surabaya yang dipicu aksi bunuh diri bersama sekeluarga, memancing Abu Tholut angkat bicara.

Mantan teroris yang pernah jadi buruan nomor satu di Indonesia itu mengaku sangat tak setuju dan menilai hal itu sebagai sebuah aksi teramat keji.

Selain itu, ia juga menilai bom bunuh diri sekeluarga itu jelas menunjukkan bahwa pelaku sudah tidak waras.

Bekas Teroris Pun Anggap Pelaku Tidak Waras


Apalagi dengan memanfaatkan istri dan anak untuk ikut menjadi pengebom.

Abu Tholut

Dalam hematnya, rentetan serangan bom bunuh diri di Kota Pahlawan itu bertujuan untuk menebarkan rasa takut.

Demikian ditegaskan Abu Tholut kepada Radar Kudus (grup pojoksatu.id), ditemui di rumahnya di Dukuh Pondik, Desa Bae, Kudus, Jawa Tengah.

Teror Bom Surabaya, Abu Tholut: Istri-Anak kok Jadi Tumbal

“Tujuannya hanya untuk menakut-nakuti musuh,” bebernya.

Dengan teror bom beruntun tersebut, lanjutnya, akan membuat orang takut dengan beredarnya informasi terorisme tersebut,

“Sehingga yang terjadi adalah perang dan perpecahan kelompok,” jelasnya.

Mako Brimob Mau Dibom Lagi, Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Teroris JAD Ini

Nah, untuk sasaran atau target seranga bom itu, lanjut dia, tidak lain ditujukan kepada semua orang yang bukan anggotanya.

Keluarga pelaku bom Surabaya
Keluarga pelaku bom Surabaya

“Karena orang yang tidak bergabung dalam kelompoknya (ISIS) itu boleh dibunuh. Baik muslim apalagi nonmuslim,” bebernya.

Hal itu, kata dia, terdapat dalam referensinya yakni buku Mutiara Indah Khilafah.

Ketua DPR Pastikan RUU Terorisme Rampung Mei 2018, Asalkan Penuhi Syarat Ini

“Di dalamnya menerangkan bahwa pemimpin berhak menyuruh untuk memerangi yang tidak anggotanya,” kata dia.

Diketahui, jumlah pelaku dalam aksi bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya itu berjumlah lima orang dan masih memiliki hubungan keluarga.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com (grup pojoksatu.id) dari sumber internal kepolisian, para pelaku terdiri dari satu keluarga.