10 Persen Calon Jemaah Haji Cadangan Boleh Berangkat, Segera Lunasi BPIH

Calon jemaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan
Calon jemaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelunasan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 1439 H/2018 M tahap I ditutup pada 4 Mei 2018. Total sudah ada 188.956 (92.63%) jemaah yang sudah melakukan pelunasan.


Sisa calon jemaah haji 2018 yang belum melunasi BPIH sebanyak 15.044 kuota, terdiri dari 13.532 kuota jemaah haji reguler dan 1.512 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Untuk itu, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah membuka pelunasan BPIH tahap II.

“Pelunasan BPIH 1439H/2018M tahap II dibuka dari 16 – 25 Mei mendatang,” terang Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Noer Aliya Fitra di Jakarta, Senin (14/05).


Menurut pria yang akrab disapa Nafit, pihaknya telah mengumumkan jemaah yang berhak melakukan pelunasan BPIH pada tahap II. Daftar jemaah berhak lunas tahap II bisa di akses melalui website Ditjen PHU (https://haji.kemenag.go.id/v3/)

Jadwal pelunasan sebagaimana tahap I, yaitu di Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH pada jam kerja. “Sebelum melakukan pelunasan, jemaah haji diwajibkan melakukan pemeriksanaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk Tim Kesehatan Kab/kota untuk menentukan status istithaah kesehatan haji,” terang Nafit.

“Jemaah yang dinilai tidak istithaah, tidak dapat melakukan pelunasan BPIH reguler,” sambungnya.

Pada tahap II ini, lanjut Nafis, pihaknya juga membuka peluang pelunasan BPIH bagi calon jemaah dalam status sebagai cadangan. Ditjen PHU memberikan kesempatan jemaah yang memiliki nomor urut berikutnya (10% dari total kuota Indonesia) untuk melakukan pelunasan BPIH dengan status cadangan.

“Sebelum melunasi, jemaah cengan status cadangan harus menandatangani pernyataan,” kata Nafit.

Surat pernyataan tersebut menegaskan keberadaannya sebagai jemaah dengan status cadangan dana baru dapat diberangkatkan bila masih terdapat sisa kuota setelah pelunasan tahap II selesai. Jemaah cadangan juga tidak akan menuntut jika ternyata tidak bisa berangkat karena ternyata tidak masuk dalam pengisian sisa kuota.

Selain jemaah reguler, pelunasan tahap II juga dibuka bagi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Kata Nafit, sampai dengan penutupan pelunasan tahap I, belum ada satupun TPHD yang melunasi BPIH. Dia berharap, pelunasan TPHD selesai pada tahap II ini.

“Sebelum melunasi, TPHD harus menandatangani Surat Pernyataan dan Pakta Integritas TPHD,” ucapnya, seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Pada pelunasan tahap II, lanjut Nafit, Ditjen PHU juga memberi kesempatan untuk penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua, serta jemaah lansia dengan usia 75 tahun ke atas. Namun demikian, tidak semua pengajuan bisa diakomodir karena keterbatasan sisa kuota di masing-masing provinsi.

“Total pengajuan penggabungan mencapai 26.433 jemaah, padahal jumlah sisa kuota keseluruhan hanya 13.532 jemaah. Karenanya, kami harus mengambil jemaah yang mengajukan untuk mengisi sisa kuota pada masing-masing provinsi sesuai urutan prioritas dan urutan nomor porsi,” ujarnya.

“Jemaah yang mendaftar terlebih dahulu, yang mendapat prioritas pengisian sisa kuota. Kami mohon maaf jika tidak semua pengajuan dapat diberangkatkan tahun ini karena keterbatasan sisa kuota,” tandasnya.

(one/pojoksatu)