Ibu Itu Peluk Petugas dan Meledak di Depan Gereja

Ledakan bom bunuh diri di Surabaya/ist.
Ledakan bom bunuh diri di Surabaya. Istimewa

POJOKSATU.id, SURABAYA – Saksi mata membeberkan detik-detik bom bunuh diri meledak di Gereja Katolik Santa Maria. Saksi bernama Lia mengatakan, saat itu dirinya hendak menuju gereja Santa Maria.

“Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan “Pulang! Pulang!” Saya sempat lihat prutulan (potongan) daging di sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah,” ucap Lia.

Sementara saksi lainnya, Antonius mengaku melihat seorang perempuan membawa dua anaknnya meledakkan diri di halaman Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya.

“Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas,” kata Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/05).


Pria yang bekerja sebagai satpam itu menambahkan, awalnya, petugas menghadang perempuan dewasa tersebut di depan pagar halaman gereja. Namun wanita itu tetap mencoba masuk.

“Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas. Tiba-tiba (bom) meledak,” ungkap Antonius.

Ledakan terdengar sampai lima kali dan cukup keras. Polisi langsung mensterilkan lokasi di Jalan Diponegoro ditutup. Para korban pun dievakuasi ke rumah sakit.

BACA: Korban Bom Surabaya Bertamah, 8 Meninggal 38 Luka

Seperti diberitakan, bom meledak di tiga lokasi berbeda di Surabaya Jawa Timur, Minggu (13/5). Ledakan terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di jalan Raya Arjuno.

Ledakan ini menewaskan 8 orang dan melukai 38 orang. Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

BACA: ISIS Dalang Bom Bunuh Diri di Tiga Gereja Surabaya?

Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.

“Yang meninggal bertambah menjadi sembilan orang, dan orang lainnya dirawat di rumah sakit (karena mengalami luka-luka),” kata Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung, kepada wartawan, Minggu (13/05), sekitar pukul 10.45 WIB.

Empat orang tewas akibat ledakan bom di depan Gereja Santa Maria, dua orang tewas di gereja Pantekosta serta dua orang tewas lainnya di depan gereja GKI, ungkap Frans Barung.

(one/pojoksatu)