Demi Penuhi Kebutuhan di Lapas, Para Napi Jadikan Video Call Sex Pelampiasan

Lapas Jelekong
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo ungkap kasus ancaman terhadap 89 perempuan, Kamis (12/4/2018)./Foto: Humas Polrestabes

POJOKSATU.id, BANDUNG – Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo mengatakan, dari Lapas Jelekong, tiga pria berstatus narapidana diamankan.


Dia menyebutkan, tercatat 89 perempuan menjadi korban pemerasan sindikat itu. Sejauh ini, motif pelaku masih di seputar kebutuhan ekonomi.

“Napi-napi ini hanya perlu uang untuk kebutuhan mereka selama di lapas,” terang Hendro. Pemerasan sudah berlangsung dua tahun dan mengumpulkan lebih dari ratusan juta rupiah.

Seorang pelaku berinisial T, 28, menyebutkan bahwa sebetulnya para petugas lapas mengetahui aksi pemerasan itu. Kata dia, pelaku biasanya minta korban mentransfer sejumlah uang dengan menggunakan rekening milik orang lain. Selanjutnya, uang tersebut ditarik tunai dan diserahkan kepada pelaku di dalam lapas.


Setelah itu, uang hasil pemerasan dikumpulkan dan kemudian diberikan kepada pekerja napi dengan sistem gaji per minggu. Uang tersebut juga diberikan kepada petugas lapas agar para narapidana selalu diberi kemudahan akses.

Diketahui, sejumlah narapidana Lapas Jelekong Bandung melakukan pemerasan di balik jeruji besi terhadap sejumlah perempuan. Para perempuan itu semula diajak berkomunikasi dengan cara chat, phone, dan video call sex. Semua hasil komunikasi itu direkam dan dijadikan alat untuk memeras.

(mar/pojokjabar)