Tolong! Wanita Hamil Tua Jalan Kaki Ratusan Kilo Tanpa Arah

Wanita hamil tua jalan kaki tanpa arah
Wanita hamil tua jalan kaki tanpa arah

POJOKSATU.id, BALI – Bagi Anda yang memiliki kerabat yang tengah hamil tua bernama Ni Luh Dewi, tolong segera jemput. Pasalnya, perempuan yang ditaksir berusia kurang lebih 20 tahun ini berjalan tak tentu arah di Karangasem, Bali sepanjang hari kemarin (26/3).


Jarak yang ditempuh bukan main-main, bisa mencapai belasan kilometer. Yang memprihatinkan, Luh Dewi berjalan tertatih-tatih tanpa alas kaki.

Diketahui sejak Minggu (25/3) sore lalu, Luh Dewi berada di Karangasem. Tepatnya di Pantai Jemeluk, Dusun Lebah, Desa Purwakerti, Abang.


Saat itu dia singgah di warung milik Ni Nengah Yus (50). Saat berbelanja, dia mendadak dia mengeluh sakit di bagian perut. Oleh Yus, dia kemudian dibawa ke bidan Dessy Arianti.

Setelah diperiksa bidan Dessy, diketahui Luh Dewi tengah hamil enam bulan. Luh Dewi memiliki ciri tinggi 150 cm, berat 52, rambut hitam keriting dan dikucir, kulit swo matang, dan ada tahi lalat di atas hidung.

Saat itu dia memakai baju garis merah putih dan menggunakan celana jeans. Dia juga membawa tas warna ungu berisi makanan ringan.

“Pada saat diperiksa, tensinya 100/60 mmhg, dan sedang hamil enam bulan. Dia mengeluh di bagian perut atas,” ujar bidan Dessy.

Usai diperiksa, Luh Dewi pergi meninggalkan praktek bidan Dessy menuju arah Desa Culik dengan berjalan kaki.

“Saya sempat sarankan untuk sementara istirahat namun dia menolak,” kata bidan Desy.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Abang. Kepala Subsektor Amed Aiptu Nyoman Sukarta lalu membuntuni Luh Dewi hingga perbatasan Desa Purwakerti dan Culik.

Saat itu yang bersangkutan berjalan kaki dengan tanpa alas kaki dan menggunakan kaca mata hitam dan terlihat seperti orang sehat.

Pukul 19.40 wita Luh Dewi berjalan kali melewati jalan Batang, Desa Labasari, Abang dan diketahui oleh Bidan Ni Wayan Kariati di Dusun Batang.

Sang bidan melihat kondisi Dewi karena berjalan dalam kondisi hamil tanpa sandal. Saat ditanya korban seperti menahan sakit pada perutnya.

Ketika ditanya Luh Dewi mengaku nekat berjalan dari Sanur, Denpasar menuju Amed melalui Jasri. Tentu bukan jarak yang pendek. Sanur hingga Amed jaraknya kurang lebih 120 km.

Karena kasihan, bidan Kariati mengajak dia singgah di tempat prakteknya dan memberikan pakaian dan makanan dan sempat istirahat disana.

Yang menarik, Luh Dewi sempat akan dipulangkan ke banjar Pos, Desa Buana Giri, Bebendem. Ternyata dia bukan orang disana.

Saat ditanya rumahnya, Luh Dewi malah kebingungan. Saat ini yang bersangkutan masih dititip di Polsek Abang dan dibantu aktivitis perempuan dan anak Karangasem Ni Nyoman Suparni.

(rb/mus/tra/mus/jpr/pojoksatu)