MAC Sebar Video dan Foto ’Tetekku Bukan Urusanmu’ Hoax Juga Kah?

Tetekku bukan urusanmu
Seorang peserta demo membawa poster bertuliskan tetekku bukan urusanmu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sedikitnya tujuh anggota Muslim Cyber Army (MCA) telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Kelompok MCA diburu polisi karena dianggap sebagai penyebar hoax dan ujaran kebencian di media sosial.


Meski sejumlah anggota MCA telah ditangkap, bibit-bibit MCA tetap muncul. Beberapa akun yang menyerupai MCA tetap eksis. Mereka membuat postingan mirip akun MCA, sebut saja akun @muslimarmycyber.99 atau MAC.

Akun ini memposting video dakwah ulama terkenal dan pembelaan terhadap Islam. MAC juga mengunggah video tokoh yang selama ini konsisten mengkritik pemerintah.

Belum lama ini, MAC mengunggah video dan beberapa foto yang membuat netizen geram. Foto-foto itu memperlihatkan sejumlah wanita berunjuk rasa sambil membawa poster yang isinya membuat netizen emosi.


Poster itu bertuliskan ‘tetekku bukan urusanmu’. Poster lain bertuliskan ‘gapapa kafir yg penting bisa mikir’. Ada pula yang bertuliskan ‘cara kami berpakaian bukan penyebab pemerkosaan.”

“Ketika serangan pemikiran berlangsung masif, sistemik, ditopang dana tak terbatas dari luar negeri. Dijalankan LSM komprador kacung asing. Dipanitiai kafir & munafik. Didukung alat pemerintahan. Anda malah berharap MCA bubar? Mimpi,” tulisnya di keterangan foto.

Peserta demo membawa poster bertuliskan gapapa kafir yg penting bisa mikir
Peserta demo membawa poster bertuliskan gapapa kafir yg penting bisa mikir. 

Selain foto, MAC juga mengunggah video yang memperlihatkan suasana demo di salah satu ruas jalan yang diduga lokasinya di daerah Yogyakarta.

Dalam salah satu foto terlihat seorang polisi berjaga-jaga di pos pengamanan. Di bagian atasnya tertulis Pos Pam Bersama Tempat Khusus Parkir Malioboro I Kota Yogyakarta.

Pos pengamanan ini berada di Jalan Abu Bakar Ali, Suryatmajan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Peserta demo membawa poster bertuliskan gapapa kafir yg penting bisa mikir
Peserta demo membawa poster bertuliskan gapapa kafir yg penting bisa mikir

Sebelumnya, Polri terus memburu jaringan penebar hoaks dan ujaran kebencian MCA. Setelah menjerat tujuh tersangka, Polri kini sedang mengejar pelaku lain.

Kanit IV Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Endo mengungkapkan, ada satu orang lagi terkait MCA yang masih berkeliaran.

“Masih ada seseorang yang sedang kami dalami, tapi belum bisa kami tangkap,” ujar dia Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/3).

Dia menambahkan, penyidik membutuhkan waktu untuk mendapatkan alat bukti yang cukup guna menangkap terduga anggota MCA itu. Menurutnya, polisi harus bertindak cermat.

“Kami berupaya menghubungkan identitas ke identitas. Harus betul-betul hati-hati,” katanya.

Demo wanita di Yogyakata 1
Peserta demo melewati salah satu pos pengamanan di Yogyakarta

Perwira menengah Polri itu menambahkan, penyidik masih fokus mendalami kaitan antara anggota MCA yang sudah ditangkap dengan yang masih bebas. Selain itu, polisi juga mendalami dugaan tentang keterkaitan antara MCA dengan Saracen.

“Sampai sekarang kami masih menelusuri MCA dengan Saracen, untuk memastikan mereka betul-betul punya keterkaitan,” katanya.

(one/pojoksatu)