Anda PNS? Siap-siap Kehilangan 15 Persen Gaji Tiap Bulan!

gaji pns
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bagi Anda yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), berlatihlah mengencangkan ikat pinggang sejak hari ini. Sebab, gaji Anda akan dipotong 15 persen setiap bulannya.

Berita baiknya, hal itu masih berupa rencana skema dana pensiun yang akan mulai diterapkan pada 2020 mendatang.

Pemotongan 15 persen gaji bulanan untuk dana pensiun itu jelas lebih besar dari sebelumnya yang hanya mencapai hanya 4,75 persen.

Hal itu dimungkinkan karena potongan dana pensiun sebagian masih dibebankan ke APBN.


Demikian disampikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur kemarin (7/3/2018) di Jakarta.

“Konsep kami 10 sampai 15 persen dari semuanya (gaji PNS, Red). Tapi, uang itu jadi milik PNS terkait, setelah pensiun dikembalikan,” jelasnya.

Asman menyatakan, skema pensiun baru yang disebut fully funded tersebut masih akan dibahas bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menggantikan sistem sebelumnya, pay as you go.

Perbedaan utama model lama dan baru skema pensiun PNS adalah besaran iuran yang dipotong dari gaji setiap bulan.

Model baru akan jauh lebih besar karena dana pensiun sepenuhnya berasal dari iuran gaji PNS dan tak ada lagi sokongan APBN.

Untuk diketahui, dana pensiunan PNS memang cukup membebani APBN.

Data dari paparan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS Kementerian PAN-RB menyebutkan, belanja pensiun di APBN 2016 mencapai Rp103,26 triliun.

Tahun ini, belanja pensiun membengkak jadi Rp107,98 triliun.

Jika skema pay as you go dilaksanakan terus-menerus, pada 2074 belanja pensiun di APBN mencapai Rp248,56 triliun.

Saat ini potongan gaji PNS sebenarnya sudah mencapai 10 persen, tapi itu untuk beberapa item iuran.

Selain potongan dana pensiun 4,75 persen, ada potongan untuk tunjangan kesehatan dan tunjangan kematian.

Artinya, PNS harus siap-siap dipotong lebih dari 20 persen gaji jika potongan dana pensiun saja sudah mencapai 15 persen.

Asman yakin, sistem pensiun baru yang tengah digodok akan meningkatkan kesejahteraan pensiunan PNS.

Dia mencontohkan, pejabat eselon I (sekelas direktur jenderal dan sekretaris daerah) memiliki gaji pokok Rp44 juta selama sebulan.

Jika hanya dipotong 10 persen seperti sekarang, mereka akan menerima sekitar Rp4 juta tiap bulan setelah pensiun.

PNS yang baru (seleksi CPNS 2018) akan mengikuti model pensiun yang baru.

Sedangkan bagi yang lama, akan diterapkan dua metode, yakni metode pay as you go maupun fully funded.

“Misalnya, PNS yang sepuluh tahun lagi baru pensiun, akan berlaku dua metode,” tutup Asman.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(tau/wan/ken/c9/ang/pojoksatu)