Kronologis Penyerangan Gedung NU: Pelaku Teriak Kafir, Jihad dan Utusan Allah

Pelaku penyerangan gedung NU Blora. Foto ist
Pelaku penyerangan gedung NU Blora. Foto ist

POJOKSATU.id, BLORA – Setelah tokoh dan pemuka agama, penyerangan kini menyasar gedung kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Blora.

Penyerangan itu sendiri terjadi Minggu (4/3/2018) sekitar pukul 23.30 WIB yang dilakukan oleh seseorang yang diketahui bernama Mufid Mubarok.

Pemuda berumur 22 tahun warga Dukuh Greneng RT 05 RW 03 Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan, Blora ini, merusak sejumlah fasilitas gedung di Jalan Alun-Alun tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Blora (grup pojoksatu.id), aksi Mufid itu datang dengan menggunakan sepeda motor nopol K 5573 YE.


Dari depan Hotel Al Madina, ia lalu memutar balik dan turun ke halaman gedung NU yang langsung masuk ke salah satu gedung yang menjadi sekretariat IPNU-IPPNU.

Di dalam ruangan tersebut, anggota Banser Sobri (22) dan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Blora Jalil (21) sedang beristirahat.

“Masuk (ruangan), tidak pakai salam, langsung teriak-teriak,” jelas Sobri.

Gedung Nahdlatul Ulama Diserang, Pelaku Ngaku Utusan Allah untuk Jihad

Pelaku, lanjut Sobri, juga berteriak menyebut kafir dan jihad.

“Dia teriak ‘negara ini dipimpin kafir. Saya rela mati untuk jihad’,” lanjutnya menirukan teriakan pelaku.

Mendapati hal itu, pelaku lantas digiring keluar ruangan dan coba untuk ditenangkan serta ditanyai identitasnya.

“Tapi dia jawab ‘aku ini utusan Allah dan disuruh jihad’ sambil meneriakkan syahadat dan mengumandangkan adzan,” sambungnya.

Selanjutnya, bukannya tenang, pelaku malah semakin beringas dan marah-marah.

“Dia menendang motor yang diparkir dan menyebut motor itu buatan orang kafir jadi boleh dirusak,” jelasnya.

Akan tetapi, pelaku setelah itu malah lari dan kembali masuk ke dalam gedung serta mengunci pintu utama dalam dalam.

Hal itu dicegah sejumlah orang pengurus NU yang akhirnya terlibat aksi saling dorong. Pelaku lantas berlari ke dalam ruangan IPNU-IPPNU.

Kemudian, aksi pelaku dilanjutkan dengan merusak sejumlah benda-benda di dalam ruangan tersebut, seperti komputer, printer, HP, helm serta sejumlah barang lainnya.

Mendapati hal itu, dua orang anggota Banser yang berusaha mengamankan pelaku terlibat baku pukul.

“Orang-orang dari Alun-alun (Blora) lalu berdatangan dan membantu meringkus pelaku,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Blora AKP Slamet membenarkan informasi tersebut.

Akan tetapi, Slamet membantah peristiwa tersebut adalah sebuah penyerangan, sebab pelaku hanya satu orang saja.

“Bukan penyerangan, itu yang datang cuma satu orang,” tegasnya, kemarin.

Slamet menambahkan, pihaknya masih belum mengetahui persis motif pelaku melakukan pengerusakan tersebut.

“Pelaku tidak mau bicara. Nanti kita periksakan kejiwaannya,” jelasnya.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(JPR/ruh/pojoksatu)