Jadi Samsak Hidup di Lapas Kerobokan, Bule Amerika Nangis Minta Pindah

Bule Amerika di Lapas Kerobokan Denpasar Bali
Christian Beasly usai sidang di PN Denpasar Bali. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

POJOKSATU.id, DENPASAR – Majelis hakim PN Denpasar resmi mengganjar bule Amerika Serikat, Christian Beasly dengan hukuman pidana 5 tahun denda Rp 1 miliar subside 3 bulan kurungan.


Terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar dakwaan alternatif pertama Pasal 113 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

Yang menarik, Christian sempat menangis dan memohon kepada majelis hakim yang diketuai Ida Ayu Pradnyadewi memindahkan penahanan dirinya dari Lapas Kerobokan Denpasar Bali.

Untuk diketahui, Christian Beasly pernah kabur dari Lapas Kerobokan. Namun, dia akhirnya tertangkap kembali.


Inti dari permohonan terdakwa yakni memohon kepada majelis hakim agar dirinya dipindah dari lapas Kerobokan.

Alasan Beasley, selain mendapat tekanan sangat berat, ia juga terus menjadi “samsak hidup” dan bulan-bulanan dari warga binaan di Lapas Kerbobokan.

“Mohon majelis mengabulkan permohonan,” ujar Beasley melalui penerjemahnya.

Atas permohonan terdakwa, Majelis Hakim menyatakan, jika pengadilan sudah tidak berwenang memindahkan terdakwa.

“Kewenangan ada di Lapas, jadi tergantung nanti dari pihak kalapas (Kerobokan). Tugas kami sudah selesai dan tidak memiliki kewenangan,” terang Ida ayu Pradyadewi.

Sebagaimana diketahui, Christian ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali pada Selasa (1/8) karena menerima paket kiriman berisi hasis seberat 5,71 gram melalui Kantor Pos Sunset Road, Kuta, Badung dari Kanada. Penangkapan saat itu dilakukan atas kerja sama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dan petugas Bea Cukai.

(rb/pra/mus/jpr/pojoksatu)