Eksekusi Mati Bang Toyib Tinggal Tunggu Jadwal, Masih Bisa Ajukan Grasi ke Presiden

Bang Toyib
Bang Toyib

POJOKSATU.id, TARAKAN – Meski Arman Suyuti alias Bang Toyib sudah divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA), hingga saat ini penjadwalan eksekusi dari pemilik sabu-sabu seberat 2 kilogram (kg) itu belum juga ditetapkan.

Padahal, perkara yang melibatkan seorang terpidana asal Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berhasil diamankan jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Bulungan di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Bulungan itu sudah inkrah.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan, Denny Iswanto menjelaskan, karena telah ditetapkan hukuman mati maka, secara otomatis diambil alih Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Jadi untuk kapan eksekusinya dilakukan, tergantung di sana (Kejagung). Kami (Kejari, Red) hanya melaporkan bawa perkara ini sudah inkrah berdasarkan putusan Mahkamah Agung,” jelasnya saat ditemui beberapa hari lalu.


Semua itu, kata dia, tentu akan ditetapkan terlebih dahulu tempatnya dan harus berkoordinasi dengan kepolisian sebagai eksekutor. Termasuk juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggarannya.

“Jika semuannya sudah lengkap, baru dijadwalkan eksekusinya,” kata dia.

Namun demikian, kata dia, terpidana masih bisa melakukan upaya hukum berupa peninjauan kembali (PK). Karena itu merupakan hak dari terpidana yang sudah divonis, apakah melakukan PK atau tidak.

“Tapi untuk pengajuan PK, terpidana harus menyertakan bukti baru. Jika memenuhi syarat untuk dilakukan PK baru diuji atau disidangkan kembali di PN Tanjung Selor dan hasilnya diteruskan ke MA,” bebernya.

Sejauh ini, dirinya mengaku belum menerima informasi terkait adanya upaya hukum PK yang dilakukan terpidana. Sebab, jika ada pasti penyampaian yang diteruskan kepada pihaknya.

“Tapi biasanya itu terpidana baru akan melakukan PK menjelang dilakukannya eksekusi,” sebutnya.

Karena, lanjut dia, sebelum dieksekusi terdakwa pasti ditanya terlebih dahulu apakah akan melakukan PK atau tidak. Jika ada, maka akan ditunggu hingga keluar hasil PK-nya dari MA.

Adapun untuk PK itu sebenarnya dalam undang-undang tidak dibatasi, tapi pihaknya membatasi hanya dua kali. Artinya, ketika dua kali PK yang dilakukan ditolak, maka akan dilanjutkan dengan eksekusi.

Selain itu, dirinya menyebutkan bahwa Bang Toyib juga diberikan kesempatan untuk meminta pengurangan hukuman atau melakukan grasi ke Presiden.

(iwk/eza/prokal/pojoksatu)