Mengenal Wanita Dosen UII Anggota Muslim Cyber Army, Tertutup Sejak Janda 4 Tahun Lalu

Anggota Muslim Cyber Army Tara Arsih Wijayani yang berprofesi sebagai dosen di UII Yogyakarta
Anggota Muslim Cyber Army Tara Arsih Wijayani yang berprofesi sebagai dosen di UII Yogyakarta

POJOKSATU.id – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap enam orang tersangka yang tergabung dalam grup whatsapp The Family MCA (Muslim Cyber Army).


Grup tersebut memproduksi dan menyebarkan ujaran kebencian, fitnah dan berita hoax melalui media sosial.

Nah, salah satu pelaku yang ditangkap itu adalah Tara Arsih Wijayani.

Wanita berusia 40 tahun itu diketahui menjadi salah satu dosen pengajar di Universitas Islam Negeri (UII), Yogyakarta.


Tim Elit Muslim Cyber Army Ternyata Ada 9 Orang, Begini Cara Kerjanya

Tara adalah warga Dusun Krajan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di UII, perempuan berjilbab dan berkacamata itu adalah dosen bahasa Inggris.

Direktur Humas UII Yogyakarta Karina Utami Dewi mengatakan, Tara memang pernah diperbantukan untuk mengajar kuliah umum Bahasa Inggris sejak 2005 silam.

Namun, Tar juga sesekali vakum saat itu. Hingga akhirnya, Tara kembali mengajar di UII sejak 2014 sampai sekarang.

Anda Penyandang Dana Muslim Cyber Army? Siapkan Tikar dan Rantang

“Tapi bukan dosen tetap. Yang bersangkutan sepertinya juga mengajar di berbagai tempat,” kata Karina kepada JawaPos.com (grup pojoksatu.id), Rabu (28/2/2018).

Karina menegaskan, kasus hukum yang menjerat Tara adalah murni urusan pribadi yang bersangkutan.

Rumah anggota Muslim CYber Army Tara Arsih Wijayani di Sleman, Yogyakarta
Rumah anggota Muslim Cyber Army, Tara Arsih Wijayani di Sleman, Yogyakarta

Karena itu, UII menyerahkan sepenuhnya proses hukum Tara kepada pihak kepolisian.

Selain itu, UII juga dipastikan memecat Tara sebagai dosen di lembaga yang juga menjadi tempat mengajar Mahfud MD itu.

Wahai Wanita Konseptor Muslim Cyber Army, Silahkan Anda Menggigil Panas-dingin

“Dengan adanya kasus ini, UII tak akan lagi menggunakan jasa Tara,” tegasnya.

Sementara, Tara sendiri dikenal sangat tertutup oleh warga sekitar kediamannya.

Terlebih, sejak empat sampai lima tahun lalu, kala dirinya resmi menyandang status janda usai bercerai dari suaminya.

Di rumah yang bercat putih itu, Tara diketahui tinggal hanya dengan kedua anaknya yang masih kuliah dan duduk di bangku SMA.

Awalnya Anggota Muslim Cyber Army Gak Ngaku dan Gak Menyesal

“Kalau yang dua lainnya sudah menikah dan bekerja,” jelas Kepala Dukuh Krajan, Arifin Nur Hamzah.

Arifin mengungkap, Tara yang sebelumnya jarang bersosialiasi, menjadi makin tertutup sejak menyandang status janda.

TAW yang berprofesi sebagai dosen di sebuah universitas di Jogjakarta ditangkap karena menyebar isu muazin dibunuh orang gila. Foto via Radar Majalengka
Anggota Muslim Cyber Army Tara Arsih Wijayani saat digelandang di Polres Majalengka.

“Dulu, hanya sesekali (bersosialisasi). Kalau sekarang malah sangat jarang sekali,” bebernya.

Demikian juga dengan penuturan Surono. Lelaki 50 tahun yang tinggal berdekatan dengan Tara mengaku sangat jarang sekali melihat perempuan berjilbab itu ada di rumahnya.

Menyesal dan Minta Maaf, Anggota Muslim Cyber Army Katanya Janji Insaf

“Dia lebih banyak di Jakarta. Jarang di sini,” tutupnya.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat mengonfirmasi bahwa Tara Arsih Wijayani ditangkap karena menyebar isu hoax muazin dibunuh orang yang mengaku gila adalah anggota Muslim Cyber Army.

Dikrimum Polda Jawa Barat, Kombes Umar S Fana menyampaikan, Tara menyebar isu hoax pembunuhan H Bahro di Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

Berita itu ia sebar melalui akun media sosial facebook dan instagram.

Setelah Ditangkap, Anggota Muslim Cyber Army Ngaku Salah dan Merengek Minta Dimaafkan

Di akun facebook-nya, TARA DEV SAMS, Tara menyebar berita itu sejak Sabtu, tanggal 17 Februari 2018 sekitar jam 12.00 WIB.

“Postingannya lalu dibagikan oleh belasan ribu akun,” beber Umar Selasa (27/2/2018).

6 anggota Muslim Cyber Army yang ditangkap Mabes Polri
Anggota Muslim Cyber Army, Tara Arsih Wijayani (paling kanan)

Umar menambahkan, Tara sudah ditangkap oleh Polres Majalengka di rumah salah seorang kerabatnya di Jakarta Utara.

Selain menangkap Tara, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti.

Jangan Kaget, Begini Cara Kerja dan Peran 6 Anggota The Family MCA

Diantaranya, 1 (satu) buah tablet Lenovi Type 9500 Nomor imey: 1.86336.3028411138 dengan ciri-ciri warna hitam, corak stiker-stiker.

Selain itu juga sebuah akun e-mail dengan nama arastara@hotmail.com yang di expose ke dalam bentuk CD berikut satu bundle print outnya.

Juga dua lembar screenshot yang berisi berita bohong yang disebarkannya melalui media sosial.

Pemesan Jasa The Family MCA Ormas dan Parpol, Ini Jawaban Mabes Polri

Umar membenarkan, sosok H Bahro memang benar terbunuh. Tapi disebabkan tindak kriminal perampokan yang para pelakunya juga sudah ditangkap Polres Majalengka.

Ia juga menegaskan bahwa H Bahro bukan seorang muazin atau ustadz, melainkan seorang pensiunan.

“Jadi bukan dibunuh orang gila,” tegas dia.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(JPG/ruh/pojoksatu)