Ngamuk, Begini Penjelasan Wakil Bupati Morowali Utara

Wakil Bupati Morowali Utara Asrar Abdul Samad (kemeja putih)
Wakil Bupati Morowali Utara Asrar Abdul Samad (kemeja putih)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi tak terpuji bupati vs wakil bupati kembali terjadi. Setelah Tolitoli, kali ini giliran Wakil Bupati Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Asrar Abdul Samad mengamuk dan melampiaskan kemarahannya pada Bupati Aptripel Tumimomor saat pelantikan pejabat eselon III di Kolonodale, Jumat (9/2/2018).

Dikutip dari Antara, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.

Salah seorang wartawan setempat, Rudi, melihat sedari awal Aptripel dan Asrar sama sekali tak bertegur sapa.

Padadahal, saat itu, Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara itu duduk berdampingan.

Awalnya, jalannya prosesi pelantikan terlihat lancar. Namun, Asrar tiba-tiba berdiri dari kursinya saat protokoler membacakan naskah pelantikan SK bupati.

Tiru Tolitoli, Wakil Bupati Morowali Utara Ngamuk, Ini Videonya

Tak hanya itu, Asrar juga menendang meja salah satu pejabat yang langsung menarik perhatian seluruh hadirin di lokasi.

Usai kejadian, Asrar sendiri mengakui tindakannya yang terabadikan dalam rekam video yang lantas beredar di media sosial tersebut.

Ia pun menyatakan siap mempertanggungjawabkan sampai kemanapun.

Bahkan, ia juga menegaskan siap bertanggungjawab sampai ke Gubernur Sulawesi Tengah hingga Menteri Dalam Negeri.

Asrar menjelaskan, kemarahannya itu dipicu lantaran menganggap bahwa pelantikan tersebut tak sesuai prosedur dan cacat hukum.

Salah satunya, yakni pembahasan di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dimana dirinya sama sekali tidak pernah dilibatkan.

Dalam video yang beredar, tampak Asrar mengamuk dan sempat menendang meja salah satu pejabat.

Suasana saat kemarahan Wakil Bupati Morowali Utara mirip dengan Tolitoli

Suasana saat kemarahan Wakil Bupati Morowali Utara mirip dengan Tolitoli

Ngamuknya Asrar itu terjadi sat protokoler membacakan naskah SK bupati.

Sejurus kemudian, ia merampas naskah SK yang sedang dibacakan lantas merobek-robeknya.

Tak hanya itu, ia juga berteriak-teriak yang membuat suasana tegang dan hadirin berdiri dari tempat duduknya.

“hentikan pelantikan ini,’ jangan dilantik, jangan dilantik.” lantang Asrar.

Selanjutnya, petugas keamanan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP berusaha menenangkan wakil bupati tersebut.

Asrur pun kemudian dibawa keluar gedung dengan kawalan petugas.

Wakil Bupati Morowali Utara marah-marah

Setelah berada di luar ruangan, Asrur sejatinya tampak terlihat sudah cukup tenang dan sempat menyalami salah seorang.

Akan tetapi, ia kemudian kembali berteriak seakan belum puas.

“Segera hentikan pelantikan!” teriaknya lagi.

Tak hanya itu, ia juga sempat melampiaskan kemarahannya dengan menendang sebuah mobil dinas bupati dengan sangat keras pada bagian pintu penumpang kiri belakang.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(ruh/pojoksatu)

Loading...