Ternyata BPK Takut Hentikan Proyek e-KTP, Siapa yang Menekan?

Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan. Foto via jawapos.com
Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan. Foto via jawapos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Fakta demi fakta baru terus terungkap dalam kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Terbaru, terungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ketakutan menghentikan proyek tersebut.


Hal itu diungkap mantan Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP Setya Budi Arijanta.

Budi bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP terdakwa Setya Novanto, Kamis (01/02).

Setya menceritakan, setelah kontrak dengan pemenang lelang proyek e-KTP berjalan selama satu tahun.


Dirinya diperiksa BPK karena dia dicurigai mengatur pemenangan tender.

Saat itulah dia menceritakan perihal rekomendasi LKPP bahwa sejatinya ada pelanggaran dalam proses lelang di proyek tersebut.

Dia pun menjelaskan, proses lelang tidak memenuhi syarat dan harus dibatalkan.

Namun BPK juga tidak setuju dengan rekomendasi tersebut.

“Tapi kayakanya BPK nggak setuju. Nggak berani. Saya bilang, saya nggak peduli ini harus dibatalin,” beber Setya.

Ditanya lebih lanjut oleh hakim apa maksud BPK tidak berani, Novanto menyebut bahwa hal itulah yang dikatakan orang BPK yang memeriksanya.

Namun Setya mengaku lupa siapa nama orang tersebut.

“Saya bilang normatif, dibatalin. Yang memeriksa saya, wah kalau begitu saya nggak berani. Mentok tembok, katanya begitu,” ucapnya menceritakan percakapan kala itu.

Kuasa hukum Novanto pun mencecar siapa orang BPK yang menyatakan mentok tembok, Setya mengaku lupa.

Namun dia meyakinkan hal tersebut sudah disampaikannya dalam berita acara perkara (BAP).

“Benar bisa dicroscek. Ada BAP-nya kok, ” tegasnya.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(dna/JPC/pojoksatu)