Partai Demokrat Ancam Pengacara Setya Novanto soal Kasus Korupsi e-KTP

Tim pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya. Foto via JPNN
Tim pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya. Foto via JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Buntut kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berbuntut panjang. Sebab, Partai Demokrat pun ikut terseret dalam pusaran.


Terbaru, Partai Demokrat mendesak pengacara Setya Novanto Firman Wijaya memberikan klarifikasi.

Hal itu berkenaan dengan pernyataannya yang menyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat dalam dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Divisi Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ardy Mbalembout kepada RMOL (grup pojoksatu.id), Kamis (1/2).


Ternyata BPK Takut Hentikan Proyek e-KTP, Siapa yang Menekan?

“Yang mana pernyataan tersebut diucapkan di luar sidang pengadilan yang kami kutip pada media online Kompas.com pada tanggal 25 Januari 2018,”

“Yang menyatakan bahwa Firman Wijaya menilai fakta persidangan berupa keterangan saksi telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan KTP-el,” kata Ardy.

Menurutnya, Firman berpendapat bahwa keterangan saksi proyek KTP-el dikuasai oleh pemenang pemilu pada 2009 yakni Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Terungkap, Jatah Demokrat Rp 150 M, Golkar Rp 150 M Dan PDIP Rp 80 M

Adapun, saksi yang dimaksud Firman adalah Mirwan Amir, mantan politisi Demokrat.

“Serta kutipan pada media online RMOL.co pada tanggal 25 Januari 2018,”

“Yang menyatakan keterangan mantan Wakil Ketua Banggar dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir yang menyeret Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono dalam perkara proyek KTP-el harus ditelusuri sebagai dugaan intervensi,” kata Ardy dalam surat klarifikasi yang ditandatangani Rabu kemarin (31/1).

SBY Disebut Atur Proyek e-KTP, Demokrat Sebut Landasan Hukum

Selain itu, Firman juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut membuktikan siapa aktor besar yang menjadi penguasa di balik proyek e-KTP.

Firman mengutip keterangan Mirwan yang pernah menyampaikan kepada pemenang Pemilu 2009 bahwa terdapat masalah dalam proyek e-KTP untuk itu jangan dilanjutkan.

Tetapi instruksi itu tetap diteruskan.

Disebut Aktor Proyek e-KTP oleh Kubu Setya Novanto, SBY Dibela Demokrat

Menurut Firman, hal itu juga menunjukkan bahwa kliennya yakni mantan Ketua DPR Setya Novanto tidak pernah mengintervensi proyek e-KTP sebagaimana yang disebut-sebut selama ini.

Ardy menjelaskan, pernyataan yang disampaikan Firman di luar persidangan secara terang benderang telah menyerang harga diri, martabat, dan merupakan fitnah kejam serta berita bohong terhadap SBY dan Demokrat.

Disebut dalam Kasus e-KTP, Kubu Novanto Minta SBY Buka-Bukaan

Dengan dugaan pelanggaran atas pasal 6 UU 18/2003 junto pasal 7 UU 18/2003 tentang Advokat.

Juga diduga melanggar pasal 220 KUHP junto pasal 310 ayat 1 KUHP, junto pasal 311 KUHP, junto pasal 27 ayat 3 UU ITE junto pasal 45 ayat 1 UU ITE junto pasal 28 ayat 1 UU ITE junto pasal 45 ayat 2 UU ITE.

“Kami meminta kepada rekan (Firman Wijaya) agar segera mengklarifikasi terhadap pernyataan rekan dan segera meminta maaf kepada Bapak SBY Dan Partai Demokrat terkait pernyataan yang dibuat oleh rekan,” papar Ardy.

Kesaksian Mirwan Amir Beberkan Peran SBY dalam Proyek e-KTP, Jelas!

Dalam pernyataannya, pihaknya memberikan waktu tiga hari sejak diterimanya surat klarifikasi.

Jika tidak mendapatkan respon positif maka akan menempuh jalur hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(wah/rm/pojoksatu)