Disebut Aktor Proyek e-KTP oleh Kubu Setya Novanto, SBY Dibela Demokrat

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terseret dalam proyek e-KTP
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

POJOKSATU.id, JAKARTA – Nama mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dalam keterangan Mirwan Amir di sidang korupsi e-KTP di PN Tipikor Jakarta, Kamis (25/1/2018) kemarin.


Mantan Wakil Ketua Banggar dari Fraksi Demokrat itu menyebut SBY ikut mengatur proyek e-KTP dari kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Pernyataan Mirwan itu pun ditangapi santai oleh politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Sampai saat ini, pria yang juga Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat itu mengaku belum mendapat petunjuk dari SBY.


Hal itu berkenaan dengan benar atau tidaknya pernyataan Mirwan dalam kesaksiannya dalam sidang untuk terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto.

Disebut dalam Kasus e-KTP, Kubu Novanto Minta SBY Buka-Bukaan

Dia hanya bisa menanggapi pernyataan Mirwan yang mengaku pernah meminta secara tidak formil kepada Presiden SBY waktu itu untuk menghentikan proyek e-KTP.

Menurutnya, andai benar Mirwan pernah meminta untuk menghentikan proyek e-KTP, apalagi dengan alasan yang tidak dijelaskan dalam persidangan, maka SBY dalam kapasitas sebagai presiden menurutnya tidak akan bisa menghentikannya.

“Karena ini (program e-KTP) kebijakan yang sudah diputuskan oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR, tidak mungkin presiden menghentikan begitu saja proyek yang sudah berjalan,”

“Terlebih proyek ini adalah kebijakan demi penataan identitas kependudukan warga negara Indonesia,” sebut Ferdinand, Jumat (26/1).

Kesaksian Mirwan Amir Beberkan Peran SBY dalam Proyek e-KTP, Jelas!

Selain itu, lanjut Ferdinand, pada saat Mirwan menyampaikan hal tersebut belum ada masalah korupsi yang mengganggu proyek e-KTP.

Sehingga tidak mungkin bisa dihentikan tanpa alasan yang jelas karena akan berakibat hukum atas kontrak yang sudah ditandatangani.

Sampai saat ini, tegas Ferdinand, Partai Demokrat berada dalam sikap mendukung KPK untuk menuntaskan kasus korupsi e-KTP.

“Partai Demokrat pasti mendukung KPK meskipun mungkin nanti ada kader partai yang terlibat dalam pusaran kasus ini,”

Ternyata, SBY Ikut Atur Proyek E-KTP dari Rumahnya!

“Pak SBY dan Demokrat punya komitmen tinggi untuk mendukung KPK menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” sebut Ferdinand.

Dia juga menilai, pernyataan Mirwan tersebut tidak menunjukkan bahwa SBY kala itu, maupun Partai Demokrat, terlibat dalam pusaran dugaan korupsi e-KTP.

“Pernyataan Mirwan Amir tersebut tidak memiliki dampak hukum apapun terhadap Pak SBY, karena beliau tidak terlibat dalam kasus tersebut,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Mirwan sendiri dihadirkan untuk menjadi saksi bagi Setya Novanto.

“Memang itu program dari pemerintah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” terang Mirwan dalam sidang kemarin.

Blak-blakan Ungkap Kehidupan di Balik Penjara, Setya Novanto Ngaku Makin Sengsara

Mirwan mengaku, dirinya saat itu pernah meminta kepada presiden untuk tidak melanjutkan proyek e-KTP.

Hal itu didasarkan atas saran salah satu kawan dekatnya, yakni pengusaha Yusnan Solihin.

Politisi Partai Gerindra itu mengatakan kepada Mirwan bahwa proyek e-KTP itu bermasalah.

Saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPP Partai Hanura.

Akan tetapi, saran Mirwan itu dimentahkan presiden dalam sebuah rapat pengurus Demokrat di kediamannya di Kawasan Cikeas.

Dia lalu memerintahkan proyek e-KTP tersebut harus tetap dilanjutkan demi sejumlah alasan, salah satunya pilkada.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

“Tanggapan SBY bahwa ini menuju pilkada, bahwa proyek ini harus diteruskan,” urai Mirwan.

Mirwan juga menyampaikan ke Ketua Majelis Hakim Yanto kalau dia hanya bisa menurut dengan kemauan presiden.

Mirwan tidak memiliki kekuatan untuk melawan perintah presiden.

“Saya hanya sebatas itu saja. Saya tidak mempunyai kekuatan untuk menyetop program e-KTP ini,”

“Tapi saya sudah sampaikan itu kepala pemenang pemilu atas saran dari Pak Yusnan karena katanya ada masalah,” tandasnya.

(fat/jpnn/ruh/pojoksatu)