Disebut Survei LSI Memble di Urutan 10, PAN Marah

PAN
Partai Amanat Nasional

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Amanan Nasional (PAN) tak terima dengan hasil survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) yang dirilis Rabu (24/1/2018) kemarin.

Dalam survei yang dikomandoin Denny JA itu, PAN hanya ditempatkan di urutan kesepuluh dari total 14 partai politik.

Disebutkan, tingkat elektabilitas PAN hanya mencapai 2 persen saja.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PAN, Ali Taher mengaku tak mau ambil pusing dengan hasil survei LSI tersebut


mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah partainya selalu bekerja untuk rakyat.

“Bagi kita tidak ada pengaruh. Sekarang yang paling penting adalah ketua umum (Zulkifli Hasan) memerintahkan kita untuk kerja, kerja dan kerja,” kata dia Gedung Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).

Malah, ia curiga survei yang dilakukan LSI itu tidak lebih dari survei pesanan pihak tertentu.

Survei Terbaru LSI Denny JA: Partai Inilah Pemenang Pemilu 2019

“Survei itu yang mau dipercaya mana sih? Ya kan, kalau survei itu tergantung pesanan juga,” nyinyirnya.

Pesanan yang dimaksud oleh Ali adalah ketidakrasionalan dari survei LSI tersebut, dimana PAN yang termasuk golongan parpol tua bertengger di urutan kesepuluh.

Tidak rasionalnya rilis survei tersebut dibantah oleh Ali karena banyak anggota PAN sudah bekerja dan turun ke lapangan untuk bekerja demi rakyat.

“Artinya sekarang kita mau rasional. PAN udah kerja kemana-mana, 48 kursi (DPR RI) kok masih nomor 10 gimana? Orang bekerja terus tiap hari kok,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam survei LSI kemarin, PDI Perjuangan ditempatkan sebagai pemuncak dengan 22,2 persen diikuti Golkar dengan 15,5 persen.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

Sementara Gerindra di tempat ketiga mendapat 11,4 persen disusul Demokrat (6,2 persen), PKB (6,0 persen) dan Nasdem (4,2 persen).

Di posisi selanjutnya ada PKS (3,8 persen) dan PPP (3,5 persen).

Posisi PAN (2,0 persen) sendiri masih kalah dibanding partai Perindo (3,0 persen) yang sama sekali belum mengikuti ajang pemilu.

Di posisi terbawah ada Hanura (0,7 persen), PSI (0,3 persen), PBB (0,3 persen) dan PKPI (0,2 persen).

Sementara yang menjawab tidak tahu/tidak jawab/belum memutuskan/rahasia sebanyak 20,7 persen.

(ruh/pojoksatu)