Wiranto Dituding Terlibat Upaya Penggulingan Oso

PB Djarum
Wiranto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat politik Said Salahudin menilai Wiranto masih tetap memainkan peranan besar dalam mengendalikan arah dan kebijakan politik Partai Hanura di masa kepemimpinan Oesman Sapta Odang. Setidaknya, Wiranto selaku ketua Dewan Pembina Hanura masih memainkan peran sebagai penyeimbang partai yang dideklarasikan pada 21 Desember 2006 itu.

“Jangan dikira Partai Hanura tidak diurus oleh Wiranto. Sulit dibayangkan munculnya konflik internal terjadi tanpa ada keterlibatan Wiranto di belakangnya,” ujar Said di Jakarta, Kamis (18/1).

Said lantas memperkuat analisisnya dengan menyodorkan beberapa fakta. Antara lain, Wiranto telah bersusah payah membesarkan Hanura.

Melalui Hanura pula mantan Panglima ABRI itu beberapa kali menjajal peruntungannya di pemilu. Namun, Wiranto terpaksa melepas jabatan ketua umum Hanura karena Presiden Joko Widodo mempercayainya sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan.


“Saya kira Wiranto menanggalkan jabatan ketua umum karena dipaksa keadaan dan bukan kehendak sendiri. Kemungkinan karena presiden melarangnya merangkap jabatan,” ucap Said.

Karena itu, Said yang juga direktur eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) menduga Wiranto mempunyai peranan penting dalam penggulingan Oso. Paling tidak, Wiranto menyetujui kubu Sarifuddin Sudding yang menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di Cilangkap, Jakarta Timur untuk mendongkel Oso.

“Bisa jadi hal tersebut terjadi karena Wiranto tidak puas dengan kepemimpinan Oso. Bisa juga karena Wiranto merasa agenda politiknya di Pemilu 2019 mendatang berseberangan dengan skenario politik yang dirancang Oso,” pungkas Said.

(gir/jpg/pojoksatu)