Becak di Jakarta, Anies-Sandi Bukan Pemimpian Beretika, Ini Deretan Buktinya

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi) menghidupkan kembali transportasi becak di Jakarta menjadi bukti keduanya belum bisa move on dari Pilkada DKI lalu.


Selain itu, keduanya juga dinilai menyalahi etika politik dalam memerintah. Sebab sebelum Anies, tidak ada gubernur yang menyalahkan pendahulunya saat kebijakannya ditolak masyarakat.

Hal itu disampaikan pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing. Menurutnya, Anies harus bertanggungjawab atas kebijakannya itu.

“Tidak perlu menyinggung kontrak politik dari Jokowi-Ahok saat Pilkada 2012. Tidak perlu membenturkan dengan pemerintahan sebelumnya,” kata Emrus, Kamis (18/1/2018).


Kebijakan Anies-Sandi Soal Becak di Jakarta Dimentahan Mahasiswi Cantik, Menohok

Emrus menyarankan, sebaiknya Anies fokus dalam memenuhi janji-janjinya saat kampanye.

Akan tetapi, dalam setiap pengambilan kebijakan tetap harus memperhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sebab, sekarang ini seharusnya menjadi periode kerja bagi Anies-Sandi, bukan lagi periode kampanye.

“Kalau dulu mungkin saat Pilkada Anies-Sandi tidak paham Undang-undang saat berjanji yah sekarang dikoreksi dong,” lanjutnya.

Ingin Hidupkan Lagi Becak di Jakarta, Anies Baswedan Ngelindur

Menurutnya, Anies-Sandi seharusnya bisa memberikan alternatif dan bukan cuma ingin memenuhi janji kampanye tapi malah menabrak dan menyalahi aturan.

“Itu bukan pemimpin yang beretika. Gubernur itu harusnya menata kota, bukan pandai berkata-kata,” sindirnya.

Emrus menambahkan, selama tiga bulan terakhir ini, Anies selalu menyebut soal keadilan sosial. Namun, sepertinya dia tidak memahami maknanya.

Keadilan sosial versi Anies, kata Emrus, sangat bersifat subyektif dan hanya menurut pada pemikirannya saja.

Anies-Sandi Hidupkan Becak di Jakarta, Pengamat: Salah Kaprah dan Melanggar HA

“Seharusnya, sebagai pejabat publik, keadilan sosial itu harus dimaknai obyektif yakni tidak berbenturan dengan peraturan yang disepakati bersama,” tutupnya.

Untuk diketahui, Anies Baswedan sebelumnya menyebut pengoperasian kembali moda transportasi becak didasarkan pada asas berkedilan.

“Memberi kesempatan untuk semua. Kalau yang kaya dapat kesempatan untuk berkegiatan disini, berilah kesempatan juga untuk mereka yang miskin,” katanya, Rabu (17/1/2018).

Anies menyatakan, nantinya becak hanya diperbolehkan beroperasi di dalam kampung saja, bukan di jalan utama maupun arteri.

Anies-Sandi Hidupkan Kembali Becak di Jakarta, PKB: Pencitraan dan Ingin Merusak Jakarta

“Jangan berimajinasi bahwa becak akan berada di jalan-jalan utama Jakarta. Ini adalah mengatur becak yang senyatanya selama ini ada,” tutur dia.

Sementara, Sandiaga Uno menyebut kebijaka itu untuk mengadaptasi seperti yang ada di New York.

Hal itu mendukung pariwisata sekaligus mendukung perkembangan UMK di Jakarta.

“Becaknya tuh yang digenjot di depan, duduknya di belakang, apa namanya ya? Namanya cab. New York cab ya, saya bilang ‘wah ada becak juga ya di New York’,” katanya di Bali Kota DKI Jakarta, Rabu (17/1/2018).

Download aplikasi PojokSatu.id dapat hadiah menarik setiap hari

(JPG/ruh/pojoksatu)