Reshuffle Kabinet, PKB: Konsolidasi untuk Pemenangan Pilpres 2019

Reshuffle Kabinet melantik empat pejabat baru. Foto ist
Reshuffle Kabinet melantik empat pejabat baru. Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melantik sejumlah menteri baru pada hari ini, Rabu (17/1/2018) pukul 09.30 WIB dalam Reshuffle kabinet.


Dalam pelantikan yang digelar di Istana Presiden tersebut ada empat posisi yang dilantik oleh Jokowi melalui berdasarkan Keppres nomor 10/P/2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri sosial kabinet kerja.

Pengambilan sumpah jabatan itu dilakukan sendiri oleh Jokowi kepada empat pejabat baru.


Yakni Idrus Marham, TNI Jenderal (Purn) Moeldoko, TNI Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKB, M. Lukman Edy menyebutkan reshuffle terlalu mendadak dilakukan di sisa masa jabatan Jokowi-JK yang menyisakan 18 bulan.

Reshuffle Kabinet, Idrus Marham Tersenyum Usai Gantikan Khofifah Indar Parawansa

“Bahwa reshuffle kali ini sarat muatan politik,” ujar Lukman kepada wartawan di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (17/1).

Edy menilai reshuffle kali ini tidak ubahnya sebuah persiapan bagi Jokowi untuk melakukan konsolidasi jelang tahun politik 2019.

Sebab, Jokowi dipastikan akan kembali maju sebagai capres dalam Pilpres 2019 mendatang.

Reshuffle Kabinet Idrus Marham Jadi Mensos, Golkar Sudah Dapat Bocoran

“Tahun politik yang dimaksud itu kan kekuatan politik mulai melakukan konsolidasi internal, termasuk Jokowi yang mau menjadi kandidat kembali,” ungkapnya.

Hal itu masih ditambah dengan adanya persyaratan ambang batas pencalonan presiden yaitu 20 persen kursi di Parlemen dan 25 persen perolehan suara nasional.

Ambang batas itu harus dulakukan partai politik pengusung, hingga membuat Jokowi mau tidak mau memberikan nilai tawar lebih mengapa harus diusung kembali.

Reshuffle Kabinet Hanya Empat Orang, Ini Rincianya

Adanya persayaratn ambang batas itu, menurut Edy, yang kemudian mengharuskan parpol dan kandidat terus melakukan konsolidasi.

“Itu juga menjadi kewajiban bagi Jokowi dan tim untuk konsolidasi, kalau itu tidak dilakukan maka pencalonan beliau menjadi bias,” tukasnya.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat pulsa, voucher dan hadiah menarik lainnya

(rus/rmol/pojoksatu)