Gagal Nyalon di Pilgub Jatim, La Nyalla Bongkar Borok Prabowo: Minta 170 Miliar

La Nyalla Mahmud Mattalitti
La Nyalla Mattalitti

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kader Gerindra La Nyalla Mahmud Mattalitti gagal maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Timur 2018. Ia lantas membongkar borok Prabowo Subianto.


Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu menyatakan ada praktik permintaan mahar politik hingga ratusan miliar rupiah.

Kepada awak media, mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku kecewa berat dengan Gerindra yang sudah ia bela sepanjang 2009-2014.

“Saya sudah berjuang 2009-2014 kibarkan bendera Gerindra di Jatim. Balasannya, dia sia-siakan saya. Berarti dia tidak mau sama saya, saya pun tidak canggung sama dia,” ujar La Nyalla kepada wartawan di kawaswan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).


La Nyalla mengungkap dirinya diminta mahar politik dan menyetor uang Rp170 miliar oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.

Uang itu disebutnya menjadi syarat jika ia ingin mendapatkan tiket pencalonan maju di Jatim dengan dukungan dari Gerindra.

Permintaan tersebut disampaikan Supriyanto pada medio Desember 2017.

“Karena sudah lama tidak direkom-rekom, saudara Danil menelepon (Supriyanto) dan sempat ketemu. Dia bilang siapkan Rp170 miliar akan diserahkan ke Bapak Prabowo langsung, nanti persoalan (koalisi dengan) PAN sudah beres,” ujarnya.

Kemudian, pada Sabtu 9 Desember 2017 saat deklarasi pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat, La Nyalla bertemu langsung dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Prabowo saat itu, disebutnya meminta dirinya menyiapkan uang senilai Rp40 miliar dengan batas waktu 20 Desember.

“Bapak Prabowo mengatakan siap uang enggak? Saya bilang saya siap. Kemudian dia tanya lagi kapan uang disiapkan? Saya bilang nanti saja setelah rekom selesai, saya ada pengusaha-pengusaha muslim. Saya sampaikan juga bahwa saya sudah keluar 5,9 miliar ke Supriyanto,” lanjutnya.

“Saya juga sudah buka cek 70 miliar, sudah dibawa oleh ajudan saudara Danil, sudah diserahkan ke Hambalang (kediaman Prabowo). Hambalang itu siapa saya enggak tahu, pokoknya saya merasa sudah mengeluarkan,” tambahnya.

Mencium bau penipuan, tim La Nyalla mengungkapkan sudah menyiapkan antisipasi dengan mendokumentasikan semua transaksi sekaligus merekam pembicaraannya dengan Supriyanto saat meminta uang.

“Belum apa-apa kita sudah dimintai uang, ya enggak mau lah saya. Saya akan tuntut secara hukum,” tutup La Nyalla.

Redaksi melakukan upaya meminta tanggapan kepada para pihak yang disebut La Nyalla dalam berita ini. Komentar tersebut akan dimuat pada berita lanjutan.

Download aplikasi PojokSatu.id dapat pulsa, voucher dan hadiah menarik lainnya

(dem/rmol/ruh/pojoksatu)