Tahun Baru, Siswi Cantik SMK Ditelanjangi dan Dibunuh, Mantan Pacar Niat Gantung Diri Talinya Putus

Pelaku pembunuhan, Bun Tjoi (kaos hitam) saat digelandang polisi. Foto ist
Pelaku pembunuhan, Bun Tjoi (kaos hitam) saat digelandang polisi. Foto ist

POJOKSATU.id, PONTIANAK – Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan siswi SMKN 6 Pontianak, Lie Chu alias Vela (17), dengan cepat usai menemukan jasad korban pada Senin (1/1) dini hari.


Pelakunya, tidak lain adalah mantan pacar Vela, yakni Bun Tjoi alias Choi (28).

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli menyatakan, pihaknya pertama kali menerima laporan dari keluarga korban sekitar pukul 01.30 WIB usai perayaan tahun baru.

Jasad Vela pertama kali ditemukan di rumah kerabarnya di Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak, Kalbar.


Menurut keterangan kerabat Vela, Amin dan Idra, saat itu rumah dalam keadaa terkunci dari dalam yang memaksa keduanya mendobrak pintu.

Di dalam salah satu kamar, keduanya menemukan Vela terlentang dalam keadaan telanjang dan terjerat tali di lehernya.

“Kita langsung terjunkan inafis ke lokasi setelah dapat laporan,” kata Husni.

Dan, identitas pelaku akhirnya langsung dikantongi petugas. Sebab, sesaat setelah menghabisi korban, pelaku menelpon Amin dan Indra agar mengecek kondisi Vela di rumah tersebut.

Bahkan, kepad kerabat korban, Choi sendiri mengaku telah menghabisi mantan pacar yang pernah memutuskannya itu.

Usia mengaku, Warga Kabupaten Sekadau yang tinggal di Jalan Parit Pangeran, Kecamatan Pontianak Utara ini langsung kabur.

Tak menunggu lama, polisi langsung mengejar Choi yang melarikan diri ke arah Simpang Ampar Kabupaten Sanggau.

Hanya sekitar dua jam saja, Choi akhirnya bisa ditangkap saat memacu motornya.

“Informasi kita dapat, langsung kita kejar pelaku. Akhirnya dapat,” jelas Husni.

Namun, sebuah timah panas terpaksa disarangkan polisi. Sebab, pengangguran itu melawan saat akan ditangkap.

“Setelah mendapatkan perawatan medis di Dokkes Polda Kalbar, langsung kita giring ke Mapolresta Pontianak,” tegas Husni.

Di depan polisi, Choi mengakui ia tega menghabisi mantan kekasihnya itu lantaran cemburu korban sudha memiliki pacar baru.

“Usai menghabisi korban, jasad korban ditutup dengan jaketnya berwarna biru,” jelas Husni.

Uniknya, usai menghabisi korban, pelaku sempat ingin bunuh diri dengan cara gantung diri.

Namun usahanya gagal karena tali yang ia gunakan untuk menjert lehernya sendiri ternyata putus.

“Setelahg itu pelaku melarikan diri ke kampung halaman, hanya dua jam setelah pembunuhan,” kata Husni.

Pelaku sendiri mengaku sebelum menghabisi nyawa Vela, korban menyuruhnya datang untuk menemuinya.

Tujuannya adalah untuk membicarakan kelanjutan hubungan asmara keduanya yang sudah tak diinginkan Vela.

“Cuma ngomong-ngomong doang,” kata pelaku.

Namun selanjutnya, dialog itu menjadi panas saat pelaku merasa telah dibohongi korban yang sudah memiliki pacar baru.

(ach/ocs/arm)