Dirut Redaksitimes.com: Kita Nggak Ada Hubungan dengan FPI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) mempromosikan tiga platform yang disebut sebagai aplikasi resmi online mereka, yakni Redaksitimes.com, Geevv.com, dan Callind.


Adapun tiga platform tersebut nantinya Redaksitimes.com sebagai pengganti Facebook, Geevv.com pengganti Google, dan Callind pengganti WhatsApp.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes dan imbas kekesalan lantaran akun facebook FPI kerap diblokir oleh si empunya.

Karena itu, ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab itu pun menyerukan aksi boikot terhadap aplikasi Facebook, Google, dan WhatsApp.


Setelah Geevv.com yang memberikan konfirmasinya, kali ini giliran Redaksitimes.com yang angkat bicara.

Direktur Utama Redaksitimes.com Dody Pradipto YS menegaskan, pihaknya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan FPI.

“Kita nggak ada hubungan dengan FPI,” jelas Dody, Rabu (27/12).

Tapi, Dody mengaku dirinya memang pernah menjadi peserta aksi 212 yang kini dikenal dengan alumni 212.

“Memang pernah ikut di aksi itu (212, red). Tapi secara khusus kita tidak memiliki hubungan atau koordinasi dengan FPI untuk menyerukan platform kita,” ungkap Dody.

Dody menambahkan, ada peningkata pengguna yang cukup signifikan sejak sepekan terakhir. Hal itu bersamaan dengan seruan FPI memboikot Facebook beberapa waktu lalu.

Meskipun terbilang sangat baru, namun Dody sangat optimistis bahwa platformnya itu akan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya alumni 212.

“Kita sebagai saudara seiman pasti saling mendukung lah ya. Kita harapkan masyarakat dapat berhijrah ke media sosial yang lebih Indonesia gitu,” pungkas Dody.

Untuk diketahui, Redaksitimes.com adalah platform media sosial milik Dody Pradipto melalui PT Transglobalindo Nusantara.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyediaan data center dan Internet Service Provider sejak 2001 silam di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Redaksitimes.com dirancang berbasis Open Source Social Network dan resmi berdiri pada Juni 2017 lalu.

Sekedar perbandingan, saat ini ada 1,37 miliar pengguna aktif Facebook.

Secara tampilan, Redaksitimes menggunakan antarmuka Open Source Social Network dengan sangat jauh berbeda dengan Facebook.

Sebelumnya Sekretaris DPD FPI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyatakan FPI akan meluncurkan tiga aplikasi medsos.

“Iya sudah sering bangetlah semua media sosial kami dan Alumni 212 diblokir. Makanya kita siapkan aplikasi baru,” ujarnya, Selasa (26/12).

Novel juga mempertanyakan pemblokiran tersebut. Padahal selama ini banyak akun-akun hoax, sesat dan komunis namun didiamkan saja oleh Facebook.

Oleh sebab itu, pihaknya menilai, Facebook sudah terbukti lebih berpihak ke akun hoax.

“Malah FB berpihak ke akun hoax, LGBT, zina, penista agama, aliran sesat dan ‚Äékomunis,” tegasnya.

Oleh sebab itu, tiga aplikasi yang akan diluncurkan itu sangat aman bagi umat Islam di Indonesia.

Sehingga kabar mengenai hoax, LGBT zina dan komunis tidak akan ada lagi.

“Minimal bisa eksis dan aman se-Indonesia,” katanya.

Sampai saat ini pihaknya juga akan terus mengembangkan tiga aplikasi tersebut.

Sehingga dalam waktu dekat bisa digunakan oleh umat Islam.

“Insya Allah akan terus bantu pengembangannya,” pungkasnya.

(ryn/JPC/ruh/pojoksatu)