Waria Ungkap Prostitusi LGBT di Bogor, Segini Tarifnya

Prostitusi LGBT di Kota Bogor
Waria pelaku prostitusi LGBT di Kota Bogor diintrogasi pegawai Dinas Sosial. Adi/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, BOGOR – Kasus prostitusi sudah sering dibongkar aparat kepolisian. Tapi prostitusi yang melibatkan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) masih jarang tersentuh.


Praktek prostitusi sesama jenis ini ternyata sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Kota Bogor. Mereka menawarkan jasa lewat online. Eksekusinya dilakukan di hotel maupun kos-kosan.

Prostitusi LGBT terbongkar setelah Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto merazia kos-kosan yang dicurigai jadi sarang prostitusi di Kota Bogor.

Dua waria (wanita pria) diamankan saat menunggu pelanggannya. Pria yang selalu berperan dan berpenampilan sebagai perempuan dalam kehidupan sehari-harinya itu berinisial MF dan Z.


Saat dirazia, waria tersebut sedang berduaan dengan seorang laki-laki. Satunya lagi sedang menunggu pelanggan yang sudah mem-bookingnya lewat online.

BACA: 39 Lokasi Jadi Sarang LGBT di Bogor, Dekat Istana Paling Favorit

Waria ini mengaku menjajakan diri lewat online. Ia memasang tarif Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali main.

“Caranya kita hanya pasang foto di media sosial, setelah itu tulis no HP/WA di kolom komentar,” aku MF kepada pojoksatu.id usai menjalani pemeriksaan di Kantor Dinas Sosial Kota Bogor, Minggu (24/12) dini hari.

BACA: Tercyduk, Bima Arya Masuk Kamar PSK Tengah Malam, Ini Videonya

Setelah itu, lanjutnya, kalau sudah mencapai kesepakatan baru bertemu dan langsung janjian di hotel atau di kos.

Setiap malam MF biasa melayani tiga hingga lima pelanggan sesama. Pelanggannya dari semua kalangan.

Seperti diketahui, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Bogor melakukan razia di sejumlah tempat kos.

Dalam razia tersebut, sebanyak 14 orang terjaring. Dua waria atau LGBT, 8 wanita muda, dan 4 laki-laki yang diduga pelanggan prostitusi online.

BACA: Bima Arya Acak-acak Kos LGBT, Temukan Pelumas Wanita dan Gigolo

Menurut Bima, penggerebekan dilakukan setelah mendapat laporan terkait adanya kos-kosan di Kota Bogor yang dijadikan sarang prostitusi online.

Bima lantas membentuk tim investigasi untuk menelusuri informasi tersebut. Selanjutnya, Bima melakukan penggerekan.

“Jadi kita melakukan investigasi. Banyak indikasi kos kosan dijadikan tempat prostitusi terselubung, menawarkan jasannya lewat online,” ucap Bima.

(adi/pojoksatu)