Batalkan Mutasi Panglima Gatot, Ada Seseorang di Belakang Panglima Hadi Tjahjanto

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo saat mengantar Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo saat mengantar Marsekal Hadi Tjahjanto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Keputusan Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto membatalkan mutasi 32 perwira tinggi TNI mendapat kecaman keras dari kalangan purnawirawan TNI.

Pembatalan tersebut, dinilai telah melecehkan Panglima TNI sebelumnya, Jendral Gatot Nurmantyo sekaligus institusi TNI sendiri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Syarwan Hamid mengatakan, pembatalan mutasi 32 pati tersebut patut dipertanyakan.

Tak hanya itu, pembatalan mutasi secara cepat ini diduga kuat untuk mengamankan pelaksanaan Pilpres 2019.Eks


Sebab, mutasi tersebut sudah melalui proses di Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi TNI (Wanjakti TNI) yang dihadiri oleh sejumlah pihak.

Di antaranya Kepala Staf Umum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, serta Angkatan Udara, Irjen TNI, Kabais TNI, Lemhannas, Kemenkopolhukam, dan Kemenhan.

“Saya meyakini putusan pembatalan ini tidak serta merta keinginan dari Panglima TNI Hadi sendiri,” ujar Hamid.

Malah, dirinya meyakini ada seseorang di balik keputusan Hadi itu.

“Tetapi ada perintah khusus, apakah itu dari pimpinan tertinggi dan kelompok tertentu yang mengingingkan mutasi tersebut dibatalkan,” hemat Hamid.

Menurutnya, pembatalan mutasi ini sama saja melecehkan atau penghinaan terhadap Panglima TNI sebelumnya. Termasuk melecehkan institusi TNI sendiri.

“Sebagai senior TNI, saya menyesalkan dan prihatin. Pembatalan mutasi pati ini sangat tidak lazim di tubuh TNI,” tegas mantan menteri era presiden BJ Habibie itu.

Eks Letnan Jenderal TNI AD ini mengatakan, ia melihat ada skenario besar dalam pembatalan mutasi pati secara cepat ini.

“Ini bukan kelakukan lazim Panglima TNI. Dan tidak ada alasan moral dan tradisi dalam pembatalan mutasi di tubuh TNI paskah pergantian Panglima baru,” tegas Hamid

Sementara Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo menghormati putusan Panglima TNI membatalkan mutasi 32 pati tersebut. ”

Biar saja itu kewenangan dan hak preogratif Panglima TNI yang sekarang. Seperti yang saya sampaikan, saya tidak melantik agar beliau bisa menganalisa lagi, walau beliau ikut rapat dan memutuskanya,” kata Gatot.

Seperti diketahui, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganulir keputusan Panglima TNI sebelumnya, Jenderal Gatot Nurmantyo tentang mutasi perwira tinggi TNI.

Melalui Surat Keputusan Nomor Kep/982.1/XII/2017 tanggal 19 Desember 2017, Marsekal Hadi mengubah keputusan Panglima TNI sebelumnya bernomor Kep/982/XII/2017 tanggal 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Lingkungan TNI.

Melalui keputusan itu, Panglima TNI menyatakan mutasi terhadap 32 Pati TNI tidak ada.

(fk/JPG/pojoksatu)