Ini Cara Mabes Polri Redam Isu SARA di Pilkada 2018

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Foto via jawapos.com
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Foto via jawapos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Isu suku, agama ras dan antargolongan (SARA) diprediksi bakal kembali bergentayangan dalam penyelenggaraan Pilkada 2018 mendatang.


Namun, hal itu sudah diantisipasi oleh Polri agar penyelenggaraan pemilihan kepala daerah itu tak terganggu.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/12).


“Kontestasi persaingan ini jangan dibawa-bawa terus sampai kapan pun. Mari kita rekonsiliasi, mari kita bangun negeri,” kata dia.

Menurut Setyo, adanya isu SARA di tengah masyarakat dilakukan untuk mengalahkan lawannya.

Oleh karena itu, adanya rekonsiliasi diperlukan untuk membangun kecerdasan saat proses pesta demokrasi berlangsung.

“Artinya, menang tapi bukan untuk mengalahkan semuanya. Tetapi untuk membangun negeri,” ucap Setyo.

Setya mengakui, saat ini taraf pendidikan masyarakat sampai di tingkar SMP mencapai 70 persen.

Akan tetapi, pihaknya meyakini hal itu tidak mengurangi masyarakat untuk tuli dari kecerdasan mengenai proses pesta demokrasi.

“Memang hanya sekitar 30 persen masyarakat yang tingkat pendidikannya baik, sementara 70 persen berada pada tingkat pendidikan SMP ke bawah,” tutur Setyo.

Meski demikian, mantan Wakil Badan Intelijen dan Keamanan Polri ini dapat memastikan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dapat berjalan lancar.

“Kita yakin bahwa kerjasama kita dengan TNI, pemerintah daerah segala sesuatu penyimpangan bisa diatasi,” tandasnya.

(rdw/JPC/pojoksatu)