Menurut Fahri Hamzah, KPK Sudah Tidak Diperlukan karena Sudah Ada Medsos

Fahri Hamzah dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Kamis (14/12). Foto ist
Fahri Hamzah dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Kamis (14/12). Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali menegaskan keinginannya agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibubarkan.


Alasannya, selain sudah tidak diperlukan lagi, lembaga bersifat ad hoc itu dibentuk hanya sebagai syarat peralihan transisi masa otoritarian menuju masa demokrasi.

Hal itu ditegaskan politisi asal Nusa Tenggara Barat itu dalam diskusi Asumsi Live bertajuk ‘Politician Vs Millenial’ yang digelar oleh asumsi.co di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).

Menurutnya, generasi milenial saat ini sudah cukup kuat dalam pengaruhnya untuk ikut membangun sebuah pandangan ataupun oponi publik.


Fahri Hamzah Ngotot Ingin KPK Dibubarkan: Saya Aktor Penting Reformasi!

Caranya, yakni dengan memanfaatkan teknlogi dan gadget yang sudah menjadi hal jamak di masyarakat.

Apalagi, tambahnya, generasi milenial sudah sangat kritis dan bisa melakukan apapun dengan teknologi yang ada di genggaman tangan itu.

“Generasi milenial ini kan semua ada di ujung jarinya. Mereka bisa mengupload apapun yang menurut mereka ganjil dan memang perlu dipertanyakan,” ujarnya.

PKS Tak Berkutik, Fahri Hamzah Menang Lagi

Bahkan, kata Fahri dengan teknologi dan perkembangan media sosial itu membentuk satu budaya baru yaitu takut melakukan kesalahan.

Ia menambahkan, ketika apa yang dilakukan seseorang apalagi tokoh publik, terutama korupsi, tentu akan cepat berkembang dalam publik ketika sudah tersebar di media sosial.

“Jadi dengan teknologi dan milenial ini sudah membangun budaya anti korupsi karena semua mereka buka dan mereka pertanyakan,” hematnya.

Ingin Selamatkan PKS, Fahri Hamzah Siapkan Peluru Mematikan!

Ia berpandangan bahwa ketika opini anti korupsi sudah terbangun, maka tidak perlu ada lagi ada absolutisme kekuasaan lembaga seperti KPK.

“Walaupun perlu diakui ada beberapa milenial yang terlalu kagum dengan absolutisme KPK ini, mereka inilah yang perlu diselamatkan dan diberi pemahaman,” demikian Fahri.

Fahri Hamzah Yakin Tak Bisa Dilengserkan dari Kursi Wakil Ketua DPR

Sebelumnya, Fahri juga menyebut KPK sudah saatnya dibubarkan dengan alasan sudah tidak sesuai dengan kaidah hukum dan demokrasi itu sendiri.

“Saya aktor dari reformasi, jadi saya paham hukum dan demokrasi. KPK itu tidak sesuai dengan konsep negara hukum. Itu yang membuat saya tabrak aja dan selalu mengkritik lembaga itu,” jelasnya.

Fahri mengaku bahwa dirinya sudah melakukan banyak uji literasi terhadap kinerja dari lembaga antirasuah.

Surat Pergantian Fahri Hamzah Belum Dibahas DPR, Ada Apa Kira-kira?

Menurutnya, sudah saatnya lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu mengakhiri masa kerjanya dan membubarkan diri.

“Saya sudah lakukan penelitian dengan berbagai data yang dengan yakin saya yakini bahwa KPK memang harus dibubarkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia mengajak siapa saja yang gerah dengan KPK untuk melakukan hal yang sama seperti dirinya.

Dipecat PKS, Fahri Hamzah Keluarkan Jurus Andalan: Sindir Nyinyir

Yakni dengan menyiapkan keberanian dan tak genat dalam mengkritik dan meminta lembaga antirasuah dibubarkan.

“Melakukan ini diperlukan keberanian. Jangan coba-coba di rumah karena ini mainan berbahaya,” tegas Fahri.

(san/rm/pojoksatu)