Kok Panglima TNI Gatot Nurmantyo Ingin Cepat Pensiun, Ada Apa?

Panglima Gatot Nurmantyo usai memberikan arahan di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).
Panglima Gatot Nurmantyo usai memberikan arahan di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo sudah tak sabar ingin secepatnya mengakhiri masa baktinya di militer sekaligus menyerahkan tongkat komando kepada Marsekal Hadi Tjahjanto.

Gatot pun menegaskan ingin menikmati masa pensiunnya setelah 35 tahun menjadi prajurit TNI.

“Saya minta mohon kepada Presiden. Setelah fit and proper test disetujui, tinggal satu langkah keputusan Presiden Marsekal Hadi Tjahjanto ditetapkan menjadi Panglima TNI,” kata Gatot di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

Gatot Nurmantyo Pamit ke Prajurit TNI, Matanya Sempat Berkaca-kaca

Gatot mengaku, dirinya secara pribadi sudah menemui Presiden Joko Widododam Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (5/12) kemarin.


Dalam pertemuan itu, Gatot menyampaikan ingin segera turun dari jabatanannya sebagai Panglima TNI.

“Setelah dilantik, dalam waktu yang singkat saya juga ingin langsung serah terima jabatan,” jelas Gatot.

Belum Pensiun, Gatot: Nyawa Pun akan Saya Berikan

Alasannya, lanjut Gatot, agar proses transisi pimpinan tertinggi di tubuh TNI dapat berjalan baik.

“Jadi kalo langsung dilantik besoknya sertijab. Organisasi TNI harus segera berjalan,” tegas Gatot.

Gatot menyatakan penunjukan Hadi sebagai Panglima TNI berikutnya sesuai dengan tugas yang akan dihadapi ke depan.

Aneh! Panglima TNI Gatot Nurmantyo Batal Mutasi 85 Perwira, Ada Apa Ini?

“Pak Presiden menentukan Pak Hadi berdasarkan tantangan tugas ke depannya cocok apa nggak, dari berbagai angkatan ternyata Pak Hadi. Dalam tahun politik ini,” ucap Gatot.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yakin Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mampu membawa institusi TNI menjadi lebih profesional.

Oleh sebab itu, ia tidak ragu memilih sosok Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) itu sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun.

Pergantian Panglima TNI jadi Borok Presiden Joko Widodo, Sandera TNI seperti Golkar dan PPP

Jokowi pun meyakini, Hadi memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai dengan jati dirinya.

“Yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” ungkap Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Senin (4/12) kemarin.

Sebelumnya, Gatot sudah berpamitan di depan prajurit Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Mutasi Besar-besaran Panglima Gatot Nurmantyo Tidak Etis

Acara tersebut juga sebagai perpisahan sebelum dirinya benar-benar melepaskan jabatan sebagai Panglima TNI.

Gatot sempat bercerita bagaimana perjalanan karirnya hingga menjadi seorang panglima.

Ia juga berpesan dan meminta para prajurit untuk tetap bersemangat dan memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa Indonesia.

Diganti Hadi Tjahjanto, Gatot Nurmantyo Rombak Perwira TNI Besar-besaran, Ada Apa Ini?

Di samping itu, Gatot mengimbau agar TNI bersikap netral saat menghadapi tahun politik pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Gatot sedianya akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018. Saat ini proses pergantian dirinya sedang berjalan.

(ce1/rdw/JPC/pojoksatu)