Begini Solusi Pemprov Jabar dan PT BIJB dalam Menangani Banjir di Sekitar Proyek Bandara Kertajati..

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, beroperasi pertengahan 2018 mendatang. (FOTO : PT. BIJB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, beroperasi pertengahan 2018 mendatang. (FOTO : PT. BIJB)

POJOKSATU.id, Majalengka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) melakukan beberapa langkah untuk menanangani banjir yang terjadi di sekitar proyek pembangunan bandara pada musim penghujan ini.


Keluhan warga ihwal meluapnya air akibat curah hujan tinggi di Kecamatan Kertajati, langsung direspon Pemprov Jabar dan PT BIJB dengan melakukan perbaikan-perbaikan saluran air.

Solusi penanganan banjir itu dilakukan dalam rapat tertutup yang sudah dilakukan pada akhir pekan lalu, dengan melibatkan Dinas Perhubungan Jawa Barat, Balai PSDA WS Cimanuk – Cisanggarung, BBWS Cimanuk – Cisanggarung, Dinas PPSDA Kabupaten Majalengka, dan PT BIJB selaku pelaksana pembangunan proyek bandara.


Menurut Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, meluapnya air di beberapa titik disebabkan tidak dapat menampungnya debit air dari induk Sungai Cibolerang menuju Situ Jawura, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Ini disebabkan adanya curah hujan yang tinggi.

Hasil kajian bersama Dinas SDA Provinsi Jabar hujan yang terjadi belakangan ini tak cukup menampung volume air.

pada 16 November lalu hujan 5 jam yang mengguyur dengan intensitas 116 mm.

Derasnya air dengan kapasitas 15 m3/detik membuat beban Situ Jawura tidak terkendali.

Dari skenario pembangunan sebelumnya, air yang mengalir dari induk Sungai Cibolerang harusnya mengalir ke drainase di bagian hilir dan terbagi ke Situ Jawura.

“Lalu dari Situ Jawura terdapat dua pintu air yang bisa tersalurkan ke Sungai Cibuaya dan masuk kembali ke Situ Cimaneuh. Hanya saja permasalahan luapan air saat ini terjadi di hilir yakni Sungai Cibuaya,” katanya di Bandung, Selasa 5 Desember 2017.

“Penanganan ini akan segera dilakukan sesuai dengan masterplan pembangunan drainase bandara, termasuk Cibuaya yang ditangani lewat CSR,” lanjut Wasfan.