Ternyata Ini Tujuan Jokowi Pilih Hadi Tjahjanto Gantikan Gatot Nurmantyo

Hadi Tjahjanto ketika dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (setkab)
Hadi Tjahjanto ketika dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (setkab)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah menunjuk calon tunggal Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Hadi menggantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang sudah purna masa bakti pada Maret 2018 nanti.

Senasib dengan Gatot, Hadi adalah nama tunggal yang diajukan orang nomor satu di Indonesia itu ke DPR RI, Senin (4/12) pagi.

Jokowi meyakini Hadi yang kini menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) akan mampu mengemban amanah sekaligus menjadikan TNI lebih profesional.

Pengajuan nama Hadi oleh Jokowi ke DPR merupakan bagian mekanisme politik sebagaimana diatur undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.


Jangan Kaget, Ini Alasan Jokowi Pilih Hadi Tjahjanto Gantikan Gatot Nurmantyo

Ketua Pusat Studi Politik Dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi mengatakan, setidaknya ada tiga alasan utama yang bisa jadi tujuan dan alasan Jokowi memilih Hadi.

Pertama, sebagai bagian dari regenerasi internal TNI.

Sebab, Hadi dianggap memiliki waktu yang cukup untuk melakukan konsolidasi internal dan melanjutkan proses regenerasi yang rentangnya sempat terlalu jauh saat Gatot memimpin TNI.

Nasib Hadi Tjahjanto Pengganti Panglima Gatot Nurmantyo di Tangan Komisi I

Kedua, untuk mengembalikan rotasi kepemimpinan TNI.

“Sekaligus juga menegaskan untuk memperkuat penekanan kepemimpinan di TNI bahwa kepemimpinan bergilir adalah bagian dari membangun soliditas antarangkatan,” katanya.

Ketiga, juga merupakan bagian dari penekanan untuk kepentingan pertahanan negara.

Jangan Kaget, Saking Dekatnya dengan Jokowi, Hadi Tjahjanto Bisa Baca Gerak Presiden

Langkah tersebut untuk menjaga dan mengintegrasikan antara politik negara dalam bentuk Nawacita.

Juga Poros Maritim Dunia dengan doktrin pertahanan negara serta doktrin TNI dan doktrin angkatan.

“Langkah ini diharapkan akan membangun postur pertahanan Indonesia yang selaras antara politik negara dengan arah bijak pertahanan negara,” jelas Muradi, Senin (4/12).

Ini Profil Marsekal Hadi Tjahjanto, Calon Tunggal Panglima TNI

Lebih lanjut, Muradi menambahkan, dari tiga kepala staf, Hadi dianggap memiliki visi dan waktu masa pensiun yang lebih lama.

“Sehingga diharapkan akan mampu mengintegrasikan politik pertahanan sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan pertahanan negara,” katanya, Senin (4/12).

Mau Jadi Panglima TNI? Hadi Tjahjanto Harus Lolos 3 Kriteria Ini

Muradi menilai, pengajuan Hadi menegaskan bahwa presiden ingin mengembalikan rotasi kepemimpinan di TNI yang dijabat secara bergiliran dari tiga matra.

Sebab, dua Panglima TNI terdahulu, termasuk Jenderal Gatot Nurmantyo berasal dari TNI AD.

Karena itu, pengajuan Hadi harus dilihat sebagai bagian dari mengembalikan tradisi rotasi dan kepemimpinan bergiliran sebagai bagian untuk menguatkan konsolidasi internal TNI.

Ini Kekayaan Calon Panglima TNI yang Baru Marsekal Hadi Tjahjanto

Menurut Muradi, pengajuan Hadi ini sebagai bagian dari respons untuk menjaga regenerasi di organisasi TNI karena Gatot akan pensiun per 1 April 2018 mendatang.

Sebagaimana yang diatur dalam UU TNI, presiden harus mengajukan pergantian Panglima ke DPR yang akan diproses 20 hari kerja.

“Pengajuan ini adalah bagian dari amanat undang-undang TNI yang normatif harus dijalankan oleh Presiden Jokowi dalam mekanisme pergantian Panglima TNI,” ujarnya.

(boy/jpnn/pojoksatu)