Polisi Tangkap Penjual Senpi Dokter Helmi Bunuh Istrinya

begal Makassar
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial Y yang diketahui sebagai perantara penjual senjata yang dipakai dokter Ryan Helmi untuk menembak istrinya sendiri.


Pelaku tersebut rupanya pemain baru dalam bisnis jual beli senjata ilegal.

Hal itu disampaikan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, di Jakarta Timur, Kamis (23/11).

Hendy menyatakan, S adalah orang yang menjadi perantara dalam pembelian senpi jenis Makarov yang dipakai dokter Helmi untuk membunuh istrinya, dokter Letty Sultri.


‎”Yang Makarov, inisial S, dia katanya perantara juga. Status masih saksi,” kata Hendy.

Terungkap, Awalnya Dokter Helmi Bawa Senpi untuk Takuti Dokter Letty

Menurut Hendy, pelaku S diberi uang Rp2 juta oleh dokter Helmi untuk dicarikan senjata api.

“Nah, dia beli Rp20 juta untuk Makarov dan Rp25 juta untuk Revolver,” tutur Hendy.

Pria yang akan menjabat sebagai Kapolres Karawang ini melanjutkan, S mengaku baru sekali menjadi perantara me‎njual senjata api.

Namun, penyidik akan mendalami kembali apakah dia termasuk dalam jaringan penjualan senjata atau tidak.

Sementara itu, untuk penyalur senjata jenis Revolver, Hendy mengklaim sudah mendaptkan lokasi sang pelaku yang berada di pulau Jawa ini.

Ini Kronologis Dokter Tembak Istri di Klinik Cawang, Diawali Cekcok

“Saat ini masih dalam pengejaran. Karena ini menyangkut soal senjata, ‎maka dalam penindakannya kami harus hati-hati,” tutupnya.

Seperti diketahui, dokter Helmi menembak istrinya sendiri, dokter Letty Sultri di Klinik Azzahra Medical di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11) lalu.

Berdasarkan keterangan saksi, penembakan itu dilakukannya setelah sebelumnya terlibat cekcok dengan korban.

Selanjutnya, sebanyak enam letusan didengar oleh saksi yang berada di lokasi.

Ini Motif Dokter Tembak Istri Sendiri di Klinik Cawang, Urusan Asmara

Usai menewaskan istrinya, dokter Helmi kabur dengan menggunakan sepeda motor tapi kemudian menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Penembakan itu sendiri terjadi lantaran pelaku tak mau bercerai dengan korban meski selalu terlibat cekcok dalam lima tahun terakhir.

(fir/pojoksatu)