Penjual Senpi Ungkap Dokter Helmi Sempat Curhat, Niat Tembak Istri?

begal Makassar
ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial Y yang diketahui sebagai perantara penjual senjata yang dipakai dokter Ryan Helmi untuk menembak istrinya sendiri.


Pelaku tersebut rupanya pemain baru dalam bisnis jual beli senjata ilegal.

Hal itu disampaikan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, di Jakarta Timur, Kamis (23/11).

Hendy menyatakan, S adalah orang yang menjadi perantara dalam pemeblian senpi jenis Makarov yang dipakai dokter Helmi untuk membunuh istrinya, dokter Letty Sultri.


Polisi Tangkap Penjual Senpi Dokter Helmi Bunuh Istrinya

Ia menambahkan, S bisa saja ikut terseret dan dihukum dengan pasal perencanaan pembunuhan.

Sebab, pelaku sudah ikut serta menyediakan senjata api untuk melakukan tindak kejahatan.

“Dari penyedia Senpi nanti S bisa dilenakan UU darurat. Kalau dia tahu untuk mengeksekusi dr Letty, kami jerat dengan pasal 55 terkait perencanaan pembunuhan‎,” kata Hendy, Kamis (23/11).

Menurut Hendry, dari keterangan Y, Awalnya dia mengaku sudah curiga niatan dokter Helmi saat membeli senjata api tersebut.

Terungkap, Awalnya Dokter Helmi Bawa Senpi untuk Takuti Dokter Letty

Sebab, selama pemesanan senpi, dokter Helmi sempat curhat mengenai permasalahan rumah tangganya dengan sang istri.

“‎Dari Y, dia juga sempet menceritakan masalah rumah tangganya. Digugat cerai sama istrinya, kemudian sampaikan hendak mencari senjata,” beber Hendy.

Untuk dikeyahui, Makarov adalah jenis senjata laras pendek yang digunakan dokter Helmi untuk membunuh istrinya.

Ini Kronologis Dokter Tembak Istri di Klinik Cawang, Diawali Cekcok

Senpi tersebut sejenis gas gun, namun larasnya dirubah dan dimodifikasi menjadi senjata api dengan peluru tajam.

Seperti diketahui, dokter Helmi menembak istrinya sendiri, dokter Letty Sultri di Klinik Azzahra Medical di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/11) lalu.

Berdasarkan keterangan saksi, penembakan itu dilakukannya setelah sebelumnya terlibat cekcok dengan korban.

Selanjutnya, sebanyak enam letusan didengar oleh saksi yang berada di lokasi.

Ini Motif Dokter Tembak Istri Sendiri di Klinik Cawang, Urusan Asmara

Usai menewaskan istrinya, dokter Helmi kabur dengan menggunakan sepeda motor tapi kemudian menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

Penembakan itu sendiri terjadi lantaran pelaku tak mau bercerai dengan korban meski selalu terlibat cekcok dalam lima tahun terakhir.

(fir/pojoksatu)