Pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution Mewah? Bandingkan dengan Anak Presiden Sebelumnya

Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di pelaminan bersama Jokowi-Iriana dan orangtua Bobby. Foto screenshot CNN Indonesia
Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di pelaminan bersama Jokowi-Iriana dan orangtua Bobby. Foto screenshot CNN Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Joko Widodo (Jokowi) menggelar pernikahan anaknya yang kedua dalam tiga tahun masa jabatannya sebagai Presiden RI, yakni Kahiyang Ayu yang dipersunting Bobby Afif Nasution.

Namun, pernikahan itu dikritik dan dicemooh habis-habisan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Politisi asal Nusa Tenggara Barat itu menilai pernikahan Kahiyang-Bobby terlalu mewah dengan menyebar undangan sampai 8 ribu buah.

Menanggapi kritikan Fahri, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Tridianto membalas dengan lebih kejam.


Cemooh Pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, Kecerdasaan Fahri Hamzah Dipertanyakan

Menurutnya, mewah atau tidak mewah adalah ukuran yang relatif. Kalau dibandingkan dengan pesta pernikahan masyarakat biasa memang lebih mewah.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan pesta pernikahan anak presiden lainnya, pernikahan Kahiyang-Bobby itu malah sangat sederhana sekali.

Fadli Zon Ucapkan Selamat untuk Kahiyang Ayu-Bobby Nasution, Lagi Sakit Bos?

“Kalau dibandingkan dengan sesama anak presiden ya tidak mewah. Biasa saja lah. Malah lebih jauh sederhana,” kata dia, Rabu (8/11).

Hal itu bisa dilihat dari lokasi persepsi pernikahan yang digelar di Solo.

Video Setya Novanto Hadiri Pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution tapi Tidur

Menurut Tridianto, Jokowi bisa saja menggunakan istana Bogor, Istana Cipanas atau hotel mewah di Jakarta.

“Tapi, Jokowi lebih memilih melakukan di gedung miliknya sendiri, Graha Saba Solo, yang sederhana,” lanjut Tridianto.

Jadwal Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution Hari Ini

Oleh sebab itu, Tri meminta kepada Fahri Hamzah agar lebih cerdas dalam melakukan kritikan.

Terlebih, lebih baik yang dikritik adalah hal lain yang sifatnya membangun Indonesia.