Ngeri, Bocah 6 Tahun Hilang 4 Hari, Ketemu sudah Dimutilasi

Watini (45) memegang foto Muhammad Arifin, bocah klas 1 SD di Tuban yang ditemukan meninggal dimutilasi setelah empat hari hilang. Foto Radar Bojonegoro
Watini (45) memegang foto Muhammad Arifin, bocah klas 1 SD di Tuban yang ditemukan meninggal dimutilasi setelah empat hari hilang. Foto Radar Bojonegoro

POJOKSATU.id, TUBAN – Hati orangtua mana yang tak hancur saat mengetahui anak kesayangannya harus pergi untuk selamanya. Terlebih kematian itu disebabkan dengan cara yang tak wajar.

Apalagi, kepergian sang anak itu setelah empat hari menghilang dan ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh yang tak lengkap lagi.

Adalah Muhammad Arifin, bocah 6 tahun yang masih duduk di bangku klas 1 SDN Tanggulangin 2 Montong, Tuban.

Ia ditemukan tak bernyawa dengan kedua tangan terpotong hingga pangkal lengan, Kamis (19/10) sore kemarin.


Terungkapnya pembunuhan tersebut bermula dari bau busuk yang menyengat dari kamar Wasito (33), tetangga korban yang diduga menjadi pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Saridi, ayah Wasito, yang mencium bau busuk tersebut kemudian mencari sumber bau menyengat itu.

Betapa kagetnya ia setelah berhasil menemukan sumber bau itu ternyata dari dari jasad korban yang masih mengenakan seragam sekolah putih merah dan bersatu hitam.

Saat ditemukan, posisi mayat Arifin telentang dengan posisi kepalanya miring ke kiri.

Di atas kepala korban ditemukan seutas tali rafia warna abu-abu yang membentuk tali jeratan.

Arifin diketahui meninggalkan sekolah pada jam istirahat sekitar pukul 09.00. Semula, dia bermain kelereng dengan sejumlah temannya di halaman sekolah.