Pidato Pribumi Anies Baswedan Bisa Saja karena Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan

Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih terus menuai tanggapan. Kali ini Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie angkat bicara.

Jimly menyatakan, penggunaan diksi ‘pribumi’ yang sudah tak lagi diakui sejak refomasi bergulir itu bisa saja berkaitan dengan kasus reklamasi Teluk Jakarta.

Sebab, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memutuskan mencabut moratorium reklamasi Teluk Jakarta sesaat sebelum pelantikan Anies-Sandiaga.

Anies Baswedan Tiba-tiba Dipanggil Presiden Jokowi, Ada Apa?

Belum Apa-apa, Anies Baswedan Sudah Konflik dengan DPRD DKI Jakarta

Dugaan itu disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/10).


Menurut Jimly, tindakan Luhut yang mencabut larangan alias moratorium atas pembangunan reklamasi di Pantai Utara Jakarta itu secara tergesa-gesa itu justru akan menimbulkan ketegangan.

Anies-Sandiaga Diperingatkan Mendagri: Jangan Seenaknya!

Pidato Anies Baswedan, Mendagri Tjahjo Kumolo Siapkan Sanksi?

“Misalnya soal reklamasi, seperti mau perang gitu loh. Mumpung belum dilantik, dikerjakan dulu oleh Pak Luhut. Jadi inikan seperti main kayu-kayuan, kucing-kucingan,” ungkapnya.

Jimly menilai, kalau memang pencabutan moratorium itu sesuai dengan aturan, maka Luhut tidak perlu melakukannya dengan tergesa-gesa.

Setelah Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Anies Baswedan Susul Ahok?

“Laksanakan aja secara normal. Tidak usah main di injury time. Jadi mungkin saja itu sebab munculnya kata “pribumi” (dalam pidato Anies). Berarti ada sumbangan juga dari pemerintah pusat,” ujarnya.