Pidato Anies Baswedan, Presiden Jokowi Angkat Bicara

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima petikan surat keputusan pelantikannya dari Presiden Joko Widodo di Istana Presiden
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima petikan surat keputusan pelantikannya dari Presiden Joko Widodo di Istana Presiden

Dengan perkara dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis.

Hal itu sebagaiamana tercantum dalam Pasal 4 huruf B ke-1 dan 2. Lalu juga pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi, ras dan etnis.

Berikut kutipan pidato Anies yang mengungkit istilah pribumi dan akhirnya mendapat pro kontra yang tajam di tengah publik:

Pidato Anies, Pengamat: Jangan Asal Mangap, Solusimu Mana?

Pidato Pribumi: Anies Kerja Saja yang Bener, Jangan Buka Luka Lama 1998

Jakarta juga memiliki makna pentingnya dalam kehidupan berbangsa. Di kota ini, tekad satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa persatuan ditegakkan oleh para pemuda.


Di kota ini pula bendera pusaka dikibartinggikan, tekad menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat diproklamirkan ke seluruh dunia.

Pidato Anies, Pengamat: Gubernur DKI Jakarta Perjelas Tuduhan SARA

Wasekjen PBNU: Pidato Pribumi Anies Baswedan Bisa Pecah Belah Bangsa

Jakarta adalah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang merasakan hadirnya penjajah dalam kehidupan sehari-hari selama berabad-abad lamanya.

Rakyat pribumi ditindas dan dikalahkan oleh kolonialisme. Kini telah merdeka, saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pidato Pribumi Anies Baswedan Dibela Wakil Presiden

Pidato Pribumi Anies Baswedan, Gerindra: Pidatonya Positif

Jangan sampai terjadi di Jakarta ini apa yang dituliskan dalam pepatah Madura, Itik se atellor, ajam se ngeremme.

Pidato Anies, Politisi PDIP: Intelektual kok Gitu…

Itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Seseorang yang bekerja keras, hasilnya dinikmati orang lain.

(ruh/pojoksatu)