Banteng Muda Indonesia yang Laporkan Anies Baswedan Dapat Ancaman

Salah satu Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Ronny Talapessy ketika memberikan keterangan pers. (fir/pojoksatu)
Salah satu Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Ronny Talapessy ketika memberikan keterangan pers. (fir/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana anak buah Megawati Banteng Muda Indonesia yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bareskrim Polri mendapat ancaman.

Mereka akan dilaporkan balik oleh Gerakan Muda Nurani Rakyat (Gemura) dengan tuduhan pencemaran nama baik terkait pidato pribumi Anies.

Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPP Gemura Erni Bajo menyatakan, seharusnya publik menilai pidato Anie itu tidak secara terpotong-potong.

Sehari Menjabat Gubernur DKI, Anies Dilapor ke Polisi oleh Banteng Muda Indonesia

Jangan Kaget, Pelapor Anies Baswedan Ternyata Pengacara Ahok

Menurutnya, sangat jelas bahwa pidato Anies saat itu mengambil konteks masa penjajahan kolonial Belanda.


“Cerdas sedikit kalau menafsirkan suatu istilah. Jangan diambil sepotong-sepotong kalimatnya lalu dipelintir sesuai kepentingan politik untuk menjatuhkan pihak lain,” katanya di Jakarta, Selasa (17/10).

Anak Buah Megawati Laporkan Pidato Pribumi Anies Baswedan ke Bareskrim Polri

Anies Baswedan Dipolisikan, Sandiaga Uno Diperiksa Polda Metro Jaya

Karena itu, ia pun menyayangkan upaya sejumlah pihak yang ingin membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

“Mari bernegara dengan sehat. Tidak dengan cara dikit-dikit lapor, dikit-dikit lapor polisi,” tambahnya.

Ini Kutipan Lengkap Pidato Anies Baswedan yang Menyoal Pribumi

Pidato Pribumi Anies Baswedan Intoleran, LBH Jakarta: Minta Maaf, dong!

Erni menambahkan, pihaknya saat ini sedang berkonsolidasi dan mempertimbangkan melaporkan balik pihak-pihak yang melaporkan Anies dengan dugaan pencemaran nama baik.

Untuk itu, lanjut Erni, Gemura mengajak para pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat untuk move on.