Pidato Pribumi: Anies Baswedan Kerja Saja yang Bener, Jangan Buka Luka Lama 1998

Proses pengambilan sumpah jabatan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pidato perdana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai tanggapan dan sorotan tajam dari berbagai pihak. Sebab, ia dianggap membangkitkan perpecahan antar warga.

Pidato tersebut disampaikan Anies di pelataran Balai Kota DKi Jakarta, Senin (16/10) kemarin seusai pelantikannya.

Dalam pidato tersebut, Anies mamakai kata ‘pribumi’ yang lantas menyinggung sejumlah kalangan. Sontak, penggunaan istilah ‘pribumi’ itu dimaknai beragam.

Peneliti retorika dan media dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta Desideria Murti menyatakan, Anies sebagai gubernur dinilainya tak bijak.


Ini Kutipan Lengkap Pidato Anies Baswedan yang Menyoal Pribumi

Pidato Perdana Disebut Sulut Perpecahan, Anies Diminta Hati-hati Bicara

Malah, ia yakin ketidakbijakan Anies itu akan berpengaruh pada perjalanan demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta lebih baik fokus saja pada kinerja, program kerja serta janji-janji manis saat kampanyenya.

“Bukan lagi dengan bunga-bunga kata yang menimbulkan ambiguitas dan dapat membuka kembali wacana suku, agama, ras, dan antar golongan (Sara) dalam konteks diskusi politik masyarakat,” ucapnya kepada Rmol (grup pojoksatu.id), Selasa (17/10).

Pidato Pribumi Anies Baswedan Dibela Demokrat

Pidato Pribumi Anies Baswedan, Gerindra: Pidatonya Positif

Caranya, yakni dengan melanjutkan apa-apa yang sudah dilakukan dan mengerjakan yang belum dikerjakan para pendahulunya.

Selain itu, harus juga memperkuat visi dan misi bersama pendampingnya, Sandiaga Uno.