Polri: Peluru Tajam Senjata SAGL Brimob Tak Mematikan

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan senjata SAGL untuk Korp Brimob. Foto via Jawa Pos
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menunjukkan senjata SAGL untuk Korp Brimob. Foto via Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Korps Brimob Polri dipastikan bisa menggunakan 280 senjata SAGL (Stand Alone Grenade Launcher) yang sebelumnya menjadi polemik berkepanjangan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui, terdapat tiga jenis amunisi pada senjata SAGL tersebut.

Diantaranya, asap, gas air mata dan yang terakahir adalah amunisi tajam.

Kendati demikian, Setyo menyebut bahwa amunisi tajam tersebut sama sekali bebeda dengan peluru tajam pada umumnya.


Amunisi Tajam Polri Dititip di Mabes TNI, Soal Senjata Impor Sudah Diselesaikan

Sebab, peluru tajam senjata SAGL dimaksud sama sekali tak mematikan.

Hal itu disampaikan Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

“Tajam tadi hanya mengejutkan dengan butiran kecil, tidak untuk mematikan, tapi melumpuhkan. Sekali lagi melumpuhkan itu perlu dipahami,” jelasnya.

Senjata SAGL Sudah di Tangan Brimob, tapi Panglima TNI Berikan Syarat

Ia menambahkan, amunisi tajam SAGL hanya berfungsi untuk melumpuhkan sasaran lawan, dan bukan jenis senjata mematikan.

Material yang terkandung pada amunisi tajam SAGL juga berbeda dari lainnya, yakni butiran logam kecil.

Amunisi itu, lanjutnya, juga bisa disebut sebagai peluru tabur yang fungsinya bisa untuk memberi efek kejut pada sasaran.