Akbar Tandjung: Golkar Semena-mena Sejak Dipimpin Setya Novanto

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sepertinya sudah merencanakan dengan matang aksi ‘pembersihan’ saat dirinya masih berada di rumah sakit.

Terbukti, begitu keluar dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, mantan tersangka kasus korupsi e-KTP itu langsung memecat Yorrys Raweyai.

Posisi Yorrys sendiri langsung digantikan Eko Widyatmoko untuk memegang posisi sebagai Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Partai Golkar.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung pun beraksi.


Yorrys Raweyai Berakhir di Golkar, Setya Novanto Keluarkan Pencopotan

Akbar menyebut, partai berlambang pohon beringin itu memang sudah bertindak semena-mena sejak dipimpin oleh Novanto.

Hal itu merujuk pada aksi pemecatan Yorrys yang dilakukan Novanto tanpa melalui aturan dan peraturan yang merujuk pada AD/ART partai.

“Iya (otoriter). Saya tidak melihat adanya pendekatan, ada peringatan, ada pemanggilan (dalam melakukan pemecatan),” tegas Akbar Tandjung saat dihubungi, Selasa (3/10).

Ini Alasan Pencopotan Yorrys, Langsung Ada Penggatinya Pula

Menurut Akbar Tandjung, dalam melakukan pemecatan seorang kader, Novanto seharusnya juga harus mendengarkan langsung dari Yorrys.

Oleh sebab itu, melakukan pemecatan kader Partai Golkar haruslan selalu berpedoman pada AD/ART partai.

“Kemudian kepada orang yang dipecat tentunya juga harus diberikan kesempatan untuk membela, untuk menjelaskan juga,” jelasnya.