PT Asuransi Allianz Tak Mau Bayar Klaim, Dirutnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pengacara korban Asuransi Allianz, Alvin Lim.
Pengacara korban Asuransi Allianz, Alvin Lim.

POJOKSATU.id – Direktur Utama PT Asuransi Allianz, Joachim Wessling warga negara Jerman dan dr Yuliana Firmansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Peningkatan penetapan status tersangka bagi kedua pejabat PT Asuransi Allianz itu, bermula dari laporan polisi oleh dua nasabah Allianz Ifranius Algadri (23) dan Indah Goena Nanda (37), ke Polda Metro Jaya, No.TBL/1645/IV/2017/PMJ dan TBL/1932/IV/2017/PMJ dimana kedua tersangka statusnya naik menjadi tersangka sesuai perintah penyidikan nomor SP.Sidik/311/V/2017/Dit Reskrimsus tanggal 8 Mei 2017.

Kuasa Hukum 13 orang korban dugaan penipuan oleh asuransi Allianz, Alvin Lim meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis agar menahan kedua tersangka Direktur PT Asuransi Allianz tersebut.

Pasalnya kedua orang tersebut sudah berstatus tersangka dan dikhawatirkan kabur ke luar negeri.


“Saya sudah bermohon meminta Kapolda agar mencekal kedua tersangka, dan saya sudah menyurati OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kami khawatir keduanya melarikan diri,” ujar Alvin kepada wartawan di Mapolda Jaya, Selasa (26/9/2017).

Menurut pengacara korban, Alvin Lim, jika kasus ini fenomenal dan unik karena pertama kalinya di Indonesia penolakan klaim berujung pada pidana dan bukan perdata.

“Saya melihat kasus ini unik, sebab cara yang mereka lakukan terbilang licik dan nyata melanggar hukum,” ujar Alvin.

Alvin membeberkan, jika selama menjalani perawatan di RS para korban tak bisa melakukan klaim untuk rembesan.

Mereka (asuransi Allianz) mencari celah agar klaim tak bisa dikabulkan, maka mereka meminta catatan medis lengkap yang jelas melanggar hukum. Hal ini tertuang dalam Permenkes No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis.

“Yang bisa diberikan kepada pasien dan asuransi adalah resume medis (ringkasan) bukannya rekam medis lengkap,” ujar pengacara korban.

Sementara itu Ifranius Algadri sebagai korban mengatakan, dirinya sebenarnya tidak begitu tertarik pada Asuransi tersebut. Namun dirinya dipaksa oleh pihak Allianz untuk bergabung.

“Saya awalnya ditawarkan dikejar-kejar, setelah bergabung sejak tahun lalu dan saat saya sakit, 14 hari kerja tidak dibayarkan. Klaim sakit tidak dibayar. Dua kali sempat mediasi dengan Allianz tapi mentok,” bebernya.

(fir/pojoksatu)