Penyebar Ujaran Kebencian dan SARA Ternyata Dibeli Politisi, Panen Waktu Kasus Ahok

Sindikat Saracen produsen ujaran kebencian dan isu SARA. Foto via JawaPos.com
Sindikat Saracen produsen ujaran kebencian dan isu SARA. Foto via JawaPos.com

Ironisnya, para pelaku dalam sindikat Saracen ini begitu piawai meramu. Selain itu, mereka juga bisa membuat sebuah konten hoax yang seakan-akan sebuah fakta.

Bahkan, sindikat ini dengan mudahnya bisa melempar sebuah isu atu informasi yang lantas bisa menjadi viral di media sosial.

“Klien mereka banyak. Salah satunya waktu polemik kasus Ahok beberapa waktu lalu,” terangnya.

Irwan menjelaskan, penangkapan produsen ujaran kebencian dan SARA itu merupakan kali pertama dilakukan.


Sebelumnya, hanya pelaku tunggal saja yang tertangkap. Sedangkan Saracen, disebutnya sebagai kelompok yang kelasnya profesional.

“Masih banyak lho sindikat yang begini,” bebernya.

Sindikat ini juga cukup piawai menghindari endusan polisi. Sebab, mereka bekerja setidaknya di tiga kota berbeda. Yakni Jakarta, Riau dan Cianjur, Jawa Barat.

Sampai saat ini, sebagian anggota komplotan itu juga masih ada yang dalam pengejaran.

“Secepatnya mereka akan kami tangkap,” pungkasnya.

(idr/JPC/pojoksatu)