623 Anggota Pramuka Penegak & Pandega Asal Jabar Ikuti Raimuna Nasional XI

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) melepas peserta Raimuna Nasional XI Tahun 2017 asal Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat pagi (11/8/17). (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

POJOKSATU.id, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) melepas peserta Raimuna Nasional XI Tahun 2017 asal Jawa Barat di Aula Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jumat pagi (11/8/17). Raimuna Nasional merupakan kegiatan pertemuan besar Pramuka anggota Penegak yang berusia antara 16-20 tahun dan anggota Pandega usia 21-25 tahun.

Provinsi Jawa Barat mengirim 623 orang peserta dan 55 orang pimpinan kontingen. Para peserta merupakan anggota Penegak dan Pandega dari 27 kwartir cabang kabupaten/kota di Jawa Barat. Raimuna Nasional kali ini digelar pada 13-21 Agustus 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur dengan peserta lebih dari 11.000 orang dari 34 provinsi.

Pada acara pelepasan ini, Wagub melepas peserta Raimuna asal Jawa Barat dari lima kabupaten/kota di Bandung Raya, yaitu dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Sementara peserta lainnya langsung menuju Buperta Cibubur dari kabupaten/kota masing-masing.

Para anggota Pramuka yang akan mengikuti Raimuna Nasional adalah anggota Penegak dan Pandega berusia muda. Untuk itu, dalam sambutannya di acara pelepasan Wagub Demiz berpesan agar mereka lebih bisa berkontribusi dalam perubahan dan pembangunan bangsa. Terlebih saat ini ada dua tantangan besar yang dihadapi bangsa ini yaitu masalah kebangsaan dan masalah sosial.


Masalah kebangsaan seperti lunturnya rasa cinta Tanah Air, semangat bela negara, serta persatuan dan kesatuan bangsa. Sedangkan masalah sosial seperti peredaran dan penyalahgunaan narkoba, radikalisme, kriminalisme, korupsi, pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial.

Oleh karena itu, menurut Wagub Gerakan Pramuka harus hadir sebagai wadah pendidikan karakter dan kebangsaan di kalangan kaum muda, agar bangsa ini tidak kehilangan generasi yang akan berujung pada runtuhnya sebuah bangsa.

“Dan seiring dengan semangat revitalisasi Gerakan Pramuka, Kwarda Jawa Barat harus lebih giat dan menjadi yang terdepan di tingkat nasional, dengan terus meramu progam-program kepramukaan yang gaul, keren, dan up to date, kreatif dan inovatif, serta asyik, gembira dan menyenangkan, dan berorientasi kecakapan dalam Satuan Karya masing-masing. Jadi mengikuti gerakan Pramuka janga merasa tersiksa, terpaksa ya,” ungkap Wagub.