Mencla-mencle! Samakan dengan PKI lalu Memuji, kini Arief Poyuono Kecam Jokowi

Wakil Ketua Umum Gerindra Arif Puyuono. Foto via jpnn
Wakil Ketua Umum Gerindra Arif Puyuono. Foto via jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Adagium (pepatah) ‘pagi tahu, sore tempe’, sepertinya sangat pas disandangkan kepada Wakil Ketua Gerindra Arief Poyuono berkenaan dengan tingkah dan ucapannya.

Setelah sebelumnya menyamakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), Arief kemudian malah memujinya beberpa waktu lalu.

Kini, Arief Poyuono kembali membuat pernyataan yang mengecam dan mengkritik kebijakan Jokowi.

Hal itu berkenaan dengan kebijakan yang dibuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadhir Effendy dengan rencana pemberlakuan sistem Full Day School dalam Permendagri 23 Tahun 2017.


Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan pengaruh besar, baik kepada peserta didik, guru maupun para orangtua.

Prabowo dan Wakil Ketua Umum Gerindra Arif Poyuono. Foto ist
Prabowo dan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono. Foto ist

“Pasti biaya rumah tanggga wali murid akan bertambah dengan sistem belajar delapan jam sehari. Orangtua harus menambah uang jajan anak-anaknya,” ucapnya, Jumat (11/8).

Selain itu, sistem pembelajaran tersebut juga disebutnya mirip dengan waktu kerja buruh.

Dimana, seharusnya murid bisa makan siang di rumah, dipaksa membeli makan di luar.